Satu Keluarga Dituntut Hukuman Mati, Ini Penyebabnya

nenek penjual sabu
Ilustrasi sabu-sabu
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tak ada ampunan bagi mereka yang terlibat tindak kejahatan penyalagunaan narkoba. Kejahatan natkoba sudah menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia. Karena itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Aceh menuntut satu keluarga dengan hubungan mati atas kepemilikan sabu-sabu.

Satu keluarga itu terdiri dari Ayah, Ibu dan Anak, masing-masing bernama Ramli (49), Nani (39) dan anaknya, Muzakir (20). Sevain itu, JPU juga menuntut hukuman mati terhadap Herman (48) yang masih dalam satu kelompok.

“Oleh karena dakwaan primer telah terpenuhi dan terbukti. Maka kita menuntut hukuman maksmimal yakni pidana mati ” kata Kajari Lhoksukon, Rahmatsyah di Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh, Senin (6/7/2015).

Sidang tersebut dipimpin Zainal Hasan, dengan hakim anggota T Almadian dan Wisnu Suryadi. Hadir sebagai JPU Fahmi Jalil, Idham Kholid Dolay dan Erning Kosasih.


Diketahui, satu keluarga tersebut adalah warga Aceh Timur. Sementara Herman (48) merupakan warga Langsa. Keempat terpidana mati itu ditangkap oleh petugas Polres Aceh Utara di jalan Medan-Banda Aceh, Desa Cempedak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara pada 14 Februari 2015. Polisi menemukan sabu sabu sabu sebanyak 14,4 kg.

Dalam dakwaannya, JPU Kejari Lhoksukon, menyebutkan keempat terdakwa telah sah dan menyakinkan melakukan telah melawan hukum dengan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menemrima, menjadi perantara jual beli dan menukarkan atau menyerahkan narrkoba jenis sabu sabu.

Karena ulahnya, keempat terdakwa dinuntut dengan pidana primer yakni pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU No 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati.
(ril)