Tahun Ini Kuota Haji Indonesia Sisa Puluhan Ribu Kursi, Mengapa?

Haji
Haji
Haji
Haji

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelunasan tahap pertama biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2015 ditutup Selasa (30/6). Catatan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag menyebutkan, di antara total 154.049 kuota, ada 143.069 orang (92,87 persen) yang melunasi BPIH. Sehingga ada sisa kursi pelunasan tahap pertama sejumlah 10.980 orang.

Bengkulu menjadi provinsi yang paling tinggi serapan kuota hajinya. Di antara total kuota 1.280 calon jamaah haji (CJH), jumlah yang melunasi 1.228 CJH (95,94 persen).

Disusul Jawa Tengah dari kuota 23.543 CJH terserap 22.557 CJH (95,81 persen). Lalu ada Banten dari kuota 6.788 CJH terserap 6.465 CJH (95,24 persen).

Sementara itu, tingkat penyerapan kuota haji di Provinsi Jawa Timur (Jatim) tidak terlalu menggembirakan.


Di antara total kuota 27.143 CJH di Jatim, yang terserap 24.561 CJH (90,49 persen). Maluku menjadi provinsi yang paling rendah serapannya, dari kuota 564 CJH terserap 470 CJH (83,33 persen).

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Abdul Jamil menjelaskan, sejak awal kuota haji diprediksi tidak terserap 100 persen pada masa pelunasan BPIH tahap pertama.

”Itu sebabnya kami siapkan masa pelunasan tahap kedua,” katanya di Jakarta, Selasa (30/6). Dia menyatakan, pelunasan tahap kedua dilaksanakan pada 7–13 Juli.

Jamil menerangkan bahwa kuota yang tidak terserap dalam pelunasan tahap pertama itu disebabkan banyak faktor.

Di antaranya, ada CJH yang meninggal dunia, sakit kritis sehingga tidak layak terbang ke Saudi, serta alasan darurat lainnya.

Setelah ditutupnya masa pelunasan BPIH tahap pertama kemarin, lanjut Jamil, Kemenag langsung menyiapkan masa pelunasan tahap kedua. ”Kami segera luncurkan nama-nama CJH yang berhak melunasi BPIH tahap kedua,” ucapnya.

CJH yang berhak melunasi biaya haji tahap kedua antara lain adalah CJH kuota tahap pertama, tetapi gagal melunasi BPIH karena sistem teknis di Siskohat Kemenag. Kemudian, kuota sisa juga diisi CJH berusia lebih dari 75 tahun.

”Selain itu, CJH yang masuk kuota haji 2015, tetapi sudah pernah berhaji bisa dimasukkan dalam nama-nama pelunasan tahap kedua,” ujarnya.

Jamil memastikan bahwa Kemenag tidak akan main-main dalam menentukan nama-nama CJH yang berhak melunasi BPIH.

Dia mengatakan, tidak ada lagi permainan-permainan kotor dalam bentuk jual beli kursi haji. Mantan rektor IAIN Walisongo Semarang itu menambahkan, Kemenag akan mempertahankan rekor serapan kuota haji seperti tahun lalu yang nyaris 100 persen.

(wan/c9/end/pojoksatu/zul)