Kisruh PPDB Online Kota Bandung, Ini Penjelasan Ridwan Kamil Istimewakan Jalur Miskin

Ridwan Kamil, PPDB online 2015 Kota Bandung
Ridwan Kamil, PPDB online 2015 Kota Bandung
Ridwan Kamil, PPDB online 2015 Kota Bandung
Ridwan Kamil, PPDB online 2015 Kota Bandung

POJOKSATU.id, BANDUNG – Kisruh PPDB online kota Bandung atas banyaknya kecurangan yang melibatkan ribuan peserta pada pendaftaran PPDB online 2015 membuat adanya prokontra atas kebijakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di kalangan masyarakat Bandung.

Sebelumnya, pendaftaran PPDB online 2015 di Kota Bandung mengalami banyaknya sejumlah warga yang curang memanfaatkan surat keterangan tidak mampu (SKTM), saat mendaftarkan anaknya sekolah melalui PPDB online, tercatat ada seribu siswa.

Atas banyaknya pertanyaan kebijaan Ridwan Kamil yang memberikan keistimewaan pada jalur keluarga miskin tanpa tes, tanpa nem, dan tanpa quota.

Berikut ini penjelasan Ridwan Kamil di akun fanspagenya, Ridwan Kamil untuk Bandung. (zul/pojoksatu)


Ada warga miskin pintar dan tidak pintar. Ada warga mapan pintar dan tidak pintar. Yang miskin diurus oleh negara, sekolahnya digratiskan karena tidak mampu. Jika yang miskin ke swasta, rata-rata tidak mampu dan terbukti banyak yang putus sekolah. Yang mapan pintar pasti masuk negeri yang ia mau, karena angkanya baik. Yang mapan tidak pintar/pas-pasan bisa negeri selama bangku ada atau ke swasta yang juga bagus kualitasnya. Itu semangat PPDB tahun ini.

Bukan sistem PPDB nya yang bermasalah, karena sudah berusaha seadil mungkin dalam keterbatasan bangku sekolah negeri. Dan Sistem ini sudah diputuskan secara kolektif oleh Pemkot, Dewan Pendidikan, Forum Peduli Pendidikan, Muspida dll.

Yang jadi masalah adalah: MENTAL para oknum orang tua yang mengajari anak-anaknya, bahwa berbohong adalah biasa, INI adalah bahaya bagi masa depan bangsa ini. Mau dibawa kemana peradaban Indonesia jika generasi mudanya dilatih berbohong. KARENANYA Pemkot akan bertindak tegas agar pelanggar aturan ini tidak menjdi budaya.

Kepolisian minggu ini sudah bergerak menyelidki. jika terbukti orang tuanya mapan mengaku miskin, pasti akan dituntut hukum dan anaknya dicabut dari sekolah yg diminati. Para RT/RW/Lurah dan guru/Kepsek yang terlibat dalam persengkongkolan juga akan ditindak. Besok Kamis, semua kepala sekolah dan Lurah2 akan dipanggil Polrestabes untuk mempertanggungjawabkan.