Ternyata Jokowi Suka Manjakan Parpol

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pesiden Jokowi baru-baru ini menyetujui penambahan dana untuk partai politik. Sikap tersebut mendapat respon negatif dari pengamat politik asal Universitas Paramadina, Hendri Satrio. Bahkan Hendri mencurigai ada kepentingan politik di balik keputusan ini.

“Jokowi ternyata senang memanjakan parpol,” kata Hendri, Jumat (26/5/2015).

Mestinya Presiden Jokowi tidak malakukan itu, mengingat kinerja Parpol yang kurang memuaskan.Menurutnya, belum tentu kinerja parpol akan menjadi lebih baik dengan adanya tambahan dana itu.

Apalagi hingg saat ini, Parpol belum memiliki mekanisme untuk menjelaskan penggunaan dana tersebut ke publik. Seharusnya, kata dia, dibuat dulu mekanisme yang memungkinkan penggunaan dana parpol ini transparan dan akuntabel.


“Presiden harus menjelaskan alasannya lebih gamblang, apa yang diharapkan negara dari pemberian fasilitas ini. Apakah pendidikan politik anak bangsa jadi semakin baik atau ini sekali lagi dicitrakan sebagai tawar menawar politik lagi?” kataya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya menyetujui kenaikan bantuan keuangan untuk partai politik. Kebijakan dimungkinkan dialokasikan pada APBN 2016. Namun berapa besaran anggarannya masih belum ditetapkan karena masih harus dibahas sejumlah kementerian.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat ditanya wartawan di Jakarta, Rabu (24/6/2015), menyatakan, pihaknya sudah mendengar adanya persetujuan dari Presiden Jokowi.

“Namun, perlu dibahas (besarannya) di bawah (kementerian). Ini karena fokus anggaran masih pada infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Sisanya baru untuk akomodasi kenaikan bantuan partai,” ujarnya.

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai wajar jika dana bantuan untuk partai politik dinaikkan. JK menilai dana bantuan untuk parpol saat ini Rp 108 per suara tidak lagi sesuai sehingga perlu ditingkatkan.

(ril)