Gila, Pengusaha Gelapkan Pajak Rp2.444 Triliun

utang pemerintah, bank indonesia, utang luar negeri
Uang miliaran
Uang illegal
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sejumlah pengusaha menggelapkan pajak ribuan trilun dengan cara membawa uang ilegal keluar dari Indonesia. Pada tahun 2014 saja, jumlah uang illegal yang keluar dari Indonesia mencapai Rp2.444 triliun.

Data itu merujuk pada Studi Global Financial Integrity tahun 2014 yang menyebutkan bahwa Indonesia berada di nomor tujuh dengan kerugian Rp 2.444 triliun (USD 188 miliar) dari sepuluh negara yang paling dirugikan.

Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo mengatakan, laporan terbaru dari konferensi PBB untuk perdagangan dan pembangunan (UNCTAD) menegaskan negara-negara berkembang kehilangan sekitar Rp 1.300 triliun (USD 100 miliar) dari pendapatan pajak setiap tahunnya.

“Dana hilang tersebut dari skema penggelapan pajak yang dilakukan oleh korporasi. Padahal dana yang hilang tersebut harusnya bisa dialokasikan untuk membiayai pelayanan publik,” katanya di Jakarta, Selasa (16/6).


Sugeng menambahkan, besarnya dana-dana tersebut seharusnya bisa digunakan untuk membiayai layanan public. Selain itu uang itu untuk memenuhi hak warga terhadap layanan kesehatan dan pendidikan yang layak bagi semua. Namun, akibat praktik kegelapan dan penghindaran pajak, negara kehilangan uang yang cukup besar.

Pada tingkat nasional pemerintah seharusnya menerapkan sistem pajak nasional yang progresif dan efektif untuk mendanai program-program sosial demi mengakhiri ketimpangan.

Sementara di tingkat internasional, Sugeng mendesak dibuatnya badan pajak antar pemerintah yang beranggotakan semua negara sebagai anggota yang setara. Masing-masing memiliki mandat serta sumber daya untuk mereformasi sistem perpajakan internasional perusahaan.

“Hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah aksi penggelapan dan penghindaran pajak, kompetisi pajak yang berbahaya, dan memastikan kerja sama pajak antara negara,” katanya.

(jawa pos/one)