Perusahaan Ini Gugat Kementerian KKP Rp 1 Triliun

ILEGAL: Kapal patroli berhasil menangkap KM Eza yang membawa 110 ton bawang merah asal Malaysia. (Sandi/Batam Pos/pojoksatu.id)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) digugat perusahaan pemilik Kapal MV Hai Fa, Hai Yi Shipping Limited secara perdata. Gugatan tersebut masuk ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 10 April 2015 dengan nomor perkara 147/PDT.G/2015/PN JKT.PST.

Hai Yi Shipping Limited menggugat KKP atas kerugian materil, karena tidak dapat mengoperasikan kapal MV Hai Fa sejak 26 Desember 2014 hingga 6 April 2015. Akibatnya, perusahaan tersebut mengalami kerugian sebesar US$ 720.018. Tidak hanya itu, perusahaan juga menggugat KKP untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 1 triliun.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Satuan Tugas Anti Illegal Fishing Yunus Husein mengatakan pihaknya siap membantu KKP dalam menghadapi gugatan yang diajukan Hai Yi Shipping Limited itu.

“Kita mendukung penuh dalam menghadapi gugatan tersebut,” ungkap Yunus saat ditemui di Gedung Mina Bahari I, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (11/05).


Menurut Yunus, KKP akan dibantu oleh tim kuasa hukum, Jaksa Pengacara Negara (JPN) serta pengacara profesional untuk menghadapi gugatan tersebut.

Yunus sendiri menilai gugatan tersebut lemah, karena gugatan tersebut didasarkan pada putusan Pengadilan Negeri Ambon yang justru memperkuat Hai Fa membawa hiu martil. Diketahui dalam putusan Pengadilan Negeri Ambon, kapal Hai Fa dinyatakan bersalah karena telah kedapatan membawa hiu martil dan Nahkoda didenda Rp 200 juta atau subsider enam bulan kurungan penjara.

“Tidak ada dasar hukum yang kuat, karena gugatan ini berdasarkan Pengadilan Perikanan dan Pengadilan Tinggi Ambon yang justru menguatkan bila kapal tersebut mengambil hiu martil yang dilarang diperdagangkan di luar negeri,” katanya.

Pemanggilan perdana tahap mediasi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap tergugat dan penggugat dilaksanakan besok, Selasa, (12/5). Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan dirinya tidak akan menghadiri pemanggilan tersebut.

“Ada pengacara yang mewakili,” kata Susi saat dihubungi.(ril)