Melahirkan di Hari Pertama UN, Siswi SMP Harus Ujian Susulan

Siswi hamil, siswi melahirkan, UN SMP
Siswi hamil, siswi melahirkan, UN SMP
Ilustrasi

POJOKSATU.id, CIANJUR – Siswi SMPN 2 Haurwangi Cianjur berinisial MI, tidak menuntaskan ujian nasional (UN) karena melahirkan pada hari pertama UN SMP, Senin (4/5/2015) lalu. Karenanya, MI harus mengikuti ujian susulan.

Kepala SMPN 2 Haurwangi, Oos mengatakan, MI boleh mengikuti UN susulan agar tetap mendapatkan ijazah SMP. Meski menanggung aib dan malu karena melahirkan sebelum menikah, MI harus tetap bisa mendapatkan ijazah SMP dengan cara mengikuti ujian susulan.

“Mengenai persoalan masa depan dan nasib UN-nya, itu semua bisa diupayakan pihak sekolah. Kami pastikan harus mendapat tanda tamat belajar. Mau tidak mau, ya harus bisa mengikuti ujian susulan,” ujar Oos.

Kalau pun tidak bisa mengikuti ujian susulan, pihak sekolah tetap mengupayakan agar mengikuti ujain paket B (non formal) agar bisa mendapatkan ijazah SMP. “Bisa diuruskan supaya mengikuti ujian persamaan (paket B),” imbuh Oos.


Soal kasus MI yang melahirkan sesaat setelah UN hari pertama selesai, Oos mengatakan, masalah itu murni urusan keluarga dan bukan urusan sekolah. Pasalnya, MI melahirkan di rumahnya dan bukan di lingkungan sekolah.

“Lahiranya kan setelah pulang mengikuti ujian. Pihak sekolah tidak ada sangkut-pautnya, karena sudah di luar lingkungan sekolah,” pungkas Oos.

MI melahirkan bayinya setelah mengikuti UN hari pertama. Kelahiran bayi MI membuat Cianjur heboh. Pasalnya, remaja tersebut belum punya suami. Terlebih usianya masih sangat muda. MI diduga melahirkan bayi hasil hubungan gelap dengan pacarnya yang tinggal di Rajamandala Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Permasalahan ini sudah diurus oleh pihak Polisi Desa Sukatani (Poldes). Dia meminta pertanggungjawaban pelaku untuk menikahi MI,” kata Kaur Trantib Desa Sukatani, Dede Kusnadi, seperti dilansir Radar Cianjur (grup pojoksatu.id), Jumat (8/5/2015).

(mat/one)