100 Mayat Ditemukan di Gunung Everest, Nasib 3 WNI Bagaimana?

MENCEKAM: Suasana kamp pendakian di gunung Everest setelah longsoran salju akibat gempa Nepal menerjang 25 April. Foto diambil oleh Azim Afif pendaki asal Malaysia. (Azim Afif via AP)
MENCEKAM: Suasana kamp pendakian di gunung Everest setelah longsoran salju akibat gempa Nepal menerjang 25 April. Foto diambil oleh Azim Afif pendaki asal Malaysia. (Azim Afif via AP)
MENCEKAM: Suasana kamp pendakian di gunung Everest setelah longsoran salju akibat gempa Nepal menerjang 25 April. Foto diambil oleh Azim Afif pendaki asal Malaysia. (Azim Afif via AP)

POJOKSATU.id, NEPAL – Sedikitnya 100 mayat ditemukan terkubur salju di Gunung Everest. Mereka terkubur dalam longsoran salju akibat gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Ritcher yang mengguncang Nepal pada 25 April 2015 lalu.

Jenazah tersebut ditemukan pada Sabtu dan Minggu di Desa Langtang, 60 kilometer (40 mil) utara dari ibukota Nepal, Kathmandu. Lokasi itu merupakan rute pendakian populer bagi turis asing.

Dari 100 jenazah yang ditemukan tersebut, tujuh di antaranya berkewarganegaraan asing. Dan baru dua orang yang sudah diidentifikasi.

Sementara itu, nasib 3 warga nasional Indonesia (WNI) yang sedang melakukan pendakian di Gunung Everest saat gempa terjadi, hingga kini belum diketahui nasibnnya.


Pemerintah Indonesia masih melakukan pencarian terhadap 3 WNI tersebut. Mereka adalah Jeroen Hehuwat, Kadek Andana, dan Alma Parahita. Mereka yang hilang sejak gempa terjadi.

Menurut keterangan yang dihimpun tim evakuasi dari Indonesia, ketiga WNI tersebut terakhir kali terlacak di daerah Langtang. Tim evakuasi dari Indonesia pun mendatangi posko rumah sakit di Langtang untuk mencari keberadaan WNI yang tergabung dalam Taruna Hiking Club (THC) tersebut.

Gempa berkekuatan 7,8 skala Ritcher yang mengguncang Nepal pada 25 April 2015 lalu, telah menewaskan 7.366 orang dan melukai hampir 14.500 orang. Bencana tersebut telah mendorong upaya bantuan dan penyelamatan internasional.

(reuters/one)