Fashion Bayi Pangeran William-Kate Middleton Dorong Ekonomi Inggris Rp 2,9 Triliun

Putri Diana pada 1982 and Putri Kate pada 2013 | Foto: Getty Images
Putri Diana pada 1982 and Putri Kate pada 2013 | Foto: Getty Images
Bayi perempuan Kate Middleton dan Pangeran William
Bayi perempuan Kate Middleton dan Pangeran William

POJOKSATU.id, LONDON – Berita bahagia untuk kerajaan Inggris dan warganya atas kelahiran dari anak kedua Pangeran William (32) dan Kate Middleton (33) yang bergelar Duchess of Cambridge melahirkan di rumah St Mary, London pada 2 Mei 2015 yang berjenis kelamin perempuan menyebar ke seantero jagad.

Kate Middleton dan Pangeran William
Kate Middleton dan Pangeran William

Setelah 65 tahun menanti kelahiran seorang puteri, akhirnya Kerajaan Inggris mendapatkan garis keturunan seorang puteri yang lahir pada 2 Mei 2015 dari pasangan Pangeran William dan Puteri Kate Middleton.

Kabar kelahiran puteri ini menjadi sorotan publik, dunia bahkan menyoroti kelahirannya.

Seperti dilansir dari Telegraph, Senin (4/5), salah satu pakar ritel ternama yang enggan disebutkan namanya memprediksi kelahiran putri kerajaan baru tersebut dapat berdampak besar bagi perekonomian Inggris.


Putri Diana pada 1982 and Putri Kate pada 2013 | Foto: Getty Images
Putri Diana pada 1982 and Putri Kate pada 2013 | Foto: Getty Images

Putri baru yang belum diberi nama ini diprediksi akan lebih glamor, romantik dan tampak jauh lebih unggul dari puteri sebelumnya. Setiap gerak gerik, pakaian, hingga gaya rambutnya akan menjadi tontonan, dipelajari lantas ditiru untuk dijadikan acuan mode dan kiblat fashion di seluruh penjuru dunia.

Hal ini karena sang putri lahir di abad ke-21 di mana teknologi terus berkembang dan dengan cepat menyampaikan informasi tentang seluruh keanggunan dan gaya hidupnya sebagai putri kerajaan tersohor.

Puteri yang menjadi pewaris tahta keempat Kerajaan Inggris ini memiliki potensi untu berkontribusi dalam perekonomian bidang kecantikan dan fashion Inggris hingga 150 juta pound sterling atau setara dengan Rp 2,96 triliun.

(zul)