Novel Diterbangkan ke Bengkulu, Ini Penjelasan Polri

Ilustrasi Novel Baswedan ditahan.
Novel Baswedan ditangkap Polri, Jumat (1/5/2015).
Novel Baswedan ditangkap Polri, Jumat (1/5/2015).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah Penyidik Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI membawa Novel Baswedan ke Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pukul 16.00 WIB Novel diterbangkan ke Bengkulu untuk melakukan rekonstruksi.

Keberangkatan tim kepolisian bersama Novel menggunakan pesawat yang dipesan khusus berkapasitas 12 orang. Carter khusus karena agenda rekonstruksi ini, menurut Anton, juga memburu waktu.

“Jadi ke Bengkulu untuk rekonstruksi,” ujar Kepala Divisi Humas Bareskrim Polri Irjen Anton Charliyan saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (1/5).

Rekonstruksi tersebut┬ákata Anton, untuk melakukan transparansi dari penyidikan yang sudah berlangsung serta prarekonstruksi yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu tanpa melibatkan Novel. “Dengan peran pengganti nanti ada hal-hal yang mungkin saja tidak benar, kalau dengan yang sesungguhnya biar bisa sesuai dengan peristiwa,” ujar Anton.


Rekonstruksi juga akan mengkonfrontasi Novel dengan beberapa saksi dan korban yang sudah kabarnya membenarkan peristiwa penganiayaan itu.

Polisi masih melanjutkan penahanan dan pemeriksaan terhadap Novel meski sebelumnya Presiden Jokowi meminta agar penyidik KPK itu tidak ditahan. Jokowi khawatir penahanan itu akan berimbas pada hubungan antar-lembaga penegak hukum.

Presiden Jokowi juga memerintahkan agar proses hukum yang dilakukan terhadap Novel Baswedan dilakukan secara adil dan transparan.

Merespons permintaan presiden Jokowi, Anton pun mengatakan jadwal rekonstruksi dipercepat agar proses penahanan terhadap Novel agar tak lebih dari 24 jam. “Dengan segala upaya penyidik berupaya melengkapi pemeriksaan. Makanya dilaksanakan secepat-cepatnya,” ujar Anton.

Menurut Anton hasil dari rekonstruksi belum bisa dipastikan kapan selesai. “Butuh dua tiga jam,” kata Anton. Soal kapan Novel dibawa kembali ke Jakarta dan waktu dibebaskannya, “itu nanti urusan pimpinan pasti dibicarakan,” kata Anton. (ril)