Ini Kata Badrodin Soal Penangkapakn Novel Baswedan

Komjen Badrodin Haiti

POJOKSATU.id, JAKARTA – Terkait penangkapan Penyidik Utama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, bahwa pemanggilan tersebut penting untuk menyelesaikan proses hukumnya.

“Pak Novel ini kasusnya di Kejaksaan sudah P-19. Oleh karena itu, kami lakukan pemanggilan karena memang perlu segera menyelesaikan kasus Novel. Agar pelapor maupun korban tidak menuntut Polri,” kata Badrodin ditemui usai salat Jumat bersama buruh di kawasan Monumen Nasional, Jumat (1/5).

Lebih jauh lagi, Badrodin kasus aduan atas Novel akan segera kedaluwarsa tahun depan.Pemeriksaan juga dilakukan untuk melengkapi permintaan Jaksa, yakni keterangan tambahan serta rekonstruksi yang dilakukan tersangka. Selain itu, selama dua kali pemanggilan, Novel tidak pernah hadir.

Sejauh ini, Badrodin menyampaikan pihaknya juga belum berkomunikasi dengan KPK atas penangkapan Novel Baswedan pada Jumat dini hari tadi. “Belum ada,” ujarnya.


Terkait protes yang diSementara itu, ditanya mengenai kabar rencana pengunduran diri Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Indriyanto Seno Aji, Badrodin mengaku belum mendengar kabar itu sama sekali. Dia kemudian mempersilakan jika Plt Pimpinan KPK tersebut mau mengundurkan diri. “Ya, silakan saja kalau mau mengundurkan diri,” katanya menegaskan.

Seperti diberitakan sebelumya, Novel Baswedan ditangkap penyidik Bareskrim Polri di rumahnya sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Novel langsung dibawa ke Bareskrim hingga kuasa hukum datang. Setelah itu, Novel dibawa ke rumah tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, tanpa didampingi kuasa hukumnya.

Novel dijadikan tersangka pada 1 Oktober 2012 oleh Polres Bengkulu pascatindakan penggeledahan di Gedung Korlantas yang dipimpin Novel yang diikuti dengan penerbitan surat panggilan terhadap terdakwa pencucian uang Irjen Djoko Susilo.(ril)