Heboh Pesta Bikini SMA, EO Dipersulit Bikin Acara di Hotel

Pesta bikini di kolam renang.
Pesta bikini di kolam renang.
Pesta bikini di kolam renang.
Pesta bikini di kolam renang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tak mau kecolongan lagi, Pemerintah DKI Jakarta memperketat pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan event organizer (EO) di hotel. Hal itu merupakan imbas dari pesta bikini pelajar SMA yang nyaris dilaksanakan di The Media Hotel & Towers, Sabtu (25/4/2015) lalu.

Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan ‎Kebudayaan berupaya telah membuat surat edaran yang disampaikan kepada hotel-hotel.

“Di surat itu kami bilang kalau ada EO (event organizer) yang mau menyelenggarakan acara di hotel harus ada tiga izin,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Purba Hutapea di Balai Kota, Jakarta, Rabu (29/4).

Purba mengatakan, EO harus memiliki tanda daftar usaha. Izin ini dahulu bisa didapat dari Dinas Pariwisata. Namun, kini izin tersebut bisa didapat di Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP).


Kemudian, Purba menyatakan, EO harus memiliki izin temporer. Izin ini lebih kepada penyelenggaraan kegiatannya. ‎Terakhir, dia mengungkapkan, EO harus memiliki izin dari pihak kepolisian.

“Izin keramaian dari polisi. Kalau tidak ada izin ini, hotel harusnya menolak,” ‎tandas Purba.

Seperti diketahui, The Media Hotel & Towers membatalkan event pool party Splash After Class yang rencananya diselenggarakan pada 25 April 2015. Pembatalan dilakukan karena disinyalir yang ikut acara itu anak-anak di bawah umur.

Dalam undangan acara tersebut tertulis ‘no weapon, no drugs, no fear’. Para pelajar yang hadir dalam acara tersebut harus menggunakan kostum bikini summer dress.

(gil/jpnn/one)