Raih Gelar Profesor di Unas, Menteri Yuddy Buka-Bukaan

Menpan RB, Yuddy Chrisnandi
Menpan RB, Yuddy ChrisnandiYuddy Crisnandi
Yuddy Crisnandi
Yuddy Crisnandi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi mengungkapkan, gelar guru besar yang diraihnya dari Universitas Nasional (Unas) merupakan hasil ketekunan dan kedisiplinannya.

Klaim itu sekaligus untuk menepis anggapan banyak pihak yang menyebutkan gelar tersebut diraih karena Yuddy menjabat sebagai menteri. Yuddy mengakui, banyak kalangan yang mengenalnya sebagai politikus.

‚ÄúPadahal saya juga sangat concern dengan karir akademik. Bahkan sedari dulu setiap awal tahun saya selalu menuliskan cita-cita meraih gelar guru besar di daftar teratas resolusi yang saya buat, dan alhamdulilah sekarang terwujud,” ujar Yuddy saat menerima Surat Keputusan (SK) Pengesahan Guru Besar di Gedung Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III, Jakarta, Rabu (29/4).

Yuddy mengaku mulai menjalani karir akademi pada 1997 silam. Saat itu, dia baru lulus dari studi pasca sarjana di Universitas Indonesia (UI). Ketika itu, dia melamar menjadi dosen junior di FISIP Unas dan mendapat jatah mengajar kelas malam. Bertahun-tahun dia menjalani dengan tekun seraya terus mengasah kemampuan menulis karya-karya ilmiah yang dikirimkan ke berbagai jurnal di tingkat nasional, regional dan internasional.


“Saya aktif menulis karya ilmiah dan banyak di antaranya yang dimuat di jurnal-jurnal ilmiah bergengsi. Namun karena keaktifan saya di politik, jadinya karir akademik tidak banyak terekspos,” kenang Yuddy.

Yuddy menuturkan, lima tahun lalu dia kembali serius menekuni karir akademiknya. Dia merasa terpanggil untuk meraih gelar guru besar karena terinspirasi teman-temannya yang lebih dulu sukses meraih gelar tertinggi di ranah karir akademik tersebut.

Salah satu teman sukses yang disebutnya adalah mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Firmansyah. “Saya kagum dengan beliau. Usianya empat tahun lebih muda dari saya, namun karir akademiknya begitu gemilang. Saya pun menjadi termotivasi untuk melanjutkan cita-cita yang tertunda,” ujar Yuddy.

(esy/jpnn/one)