Waspada! Gempa Nepal ‘Ancam’ Jawa dan Sumatera

Gempa Nepal
Gempa Nepal
Gempa Nepal

POJOKSATU.id, BANDUNG – Indonesia juga sama berpotensi mengalami gempa seperti di Nepal. Hal ini dimugkinkan, karena kontur tanah dan kondisi geologinya sama persis.

Hal itu dikatakan Peneliti bumi dan mitigasi bencana geologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano. Ia mengimbau agar warga mewapadai hal tersebut.

“Kontur tanah Indonesia dan Nepal merupakan sedimen lembut, sehingga labil dan mudah longsor,” kata Irwan, Selasa (28/4).

Dengan begitu kata Irwan, guncangan gempa, terutama gempa darat sangat mudah menyebabkan keruksakan pemicu jatuhnya banyak korban.


Hasil pengamatan tim geologi ITB, gempa dengan skala besar yang terjadi di daratan seperti di Nepal, dapat menimbulkan kerusakan hebat, karena pusat gempa yang berada di daratan. Penyebab gempa dengan kekuatan yang sama tidak akan banyak menimbulkan kerusakan, jika terjadinya di laut.

Irwan menjelaskna, penyebab gempa di Nepal, akibat terjadinya pertemuan dua lempeng India bagian selatan, dengan lempeg Eurasia bagian utara. Lempeng itu bergerak terus dengan kecepatan rata-rata empat sampai lima sentimeter per tahun.

“Hal itu menyebabkan, lempeng dengan lempeng yang umurnya sangat tua bertemu, pertemuan ini menghasilkan Himalaya dan beberapa pegunungan lain. Akibat pertemuan lempeng ini pun menghasilkan gempa, dan gempa itu sebetulnya sudah beberapa kali terjadi gempa besar di wilayah tersebut,” paparnya.

Kata Irwan, di Indonesia juga banyak wilayah-wilayah pertemuan lempeng yang bagi para peneliti, disebut zona tunjaman. Zona di mana wilayah lempeng masuk ke wilayah lempeng yang lain.

“Biasanya lempeng samudera masuk di bawah lempeng benua seperti di pantai selatan Jawa atau pantai barat Sumatera,” katanya. (ril)