Waduh, Siswa Ikut Pesta Bikini Diminta Ditolak Masuk Universitas

Pesta bikini di kolam renang.
Pesta bikini di kolam renang.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pihak pemerintah DKI Jakarta akan bertindak tegas kepada siswa yang terbukti terlibat dalam pesta-pesta bikini dalam merayakan kelulusan Ujian Nasional. Gubernur Ahok mengatakan, ia akan menulis surat agar siswa tersebut tidak diterima ketika mendaftar di universitas.

“Kalau ada siswa yang seperti itu, kita akan tulis surat keterangan, supaya ditolak di universitas saja. Kalau dia udah keburu lulus. Kalau dia bandel, masih mau lakuin, kita kirim surat saja,” kata Gubernur Ahok, baru-baru ini.

Bekan hanya kepada siswa, Gubernur Ahok juga mengaku akan melakukan tindakan tegas terhadap pengelola hotel, yang mengizinkan pelaksanaan acara di hotelnya. Gubernur Ahok mengakui, pihaknya tidak dapat melakukan tindakan untuk mencegah pesta-pesta semacam itu, karena teknik pemasaran dan cara pembelian tiketnya dilakukan melalui media sosial.

“Kita udah bilang hotel, restoran kalau bikin yang aneh-aneh, dua tiga kali, kita langsung tutup usaha karena tindakan preventifnya ya susah ya. Kalau dia jual tiket gampang pakai sosmed, ya gimana? Dan ternyata orang juga suka ada pasarnya. Mau gimana?” jelas Gubernur Ahok.


Sementara itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jumat pekan lalu mengeluarkan surat edaran yang mengatur larangan bagi siswa yang baru menyelesaikan ujian nasional (UN).

“Murid kelas 12 yang habis UN dilarang buat pesta-pesta, konvoi dengan sepeda motor, dan berbagai bentuk bullying. Kalau ada yang melakukan hal-hal itu, maka akan jadi pertimbangan dalam penentuan kelulusan para murid,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto. (ril)