Sergei Batal dari Eksekusi Mati, Kejagung Bantah Karena Tekanan Prancis

eksekusi mati, berita terkini, berita terbaru
Agun C Sasmi saat demo di Paris, Sabtu (25/4/2015). Anggun menolak hukuman mati di Indonesia.
eksekusi mati, berita terkini, berita terbaru
Agun C Sasmi saat demo di Paris, Sabtu (25/4/2015). Anggun menolak hukuman mati di Indonesia, terutama terkait Sergei Arezky Atloui.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah kalau penundaan eksekusi mati terhadap ‎warga negara Prancis, Sergei Arezky Atloui, karena tekanan dari pihak asing. Sergei lolos‎ dari eksekusi mati lantaran mengajukan upaya hukum yaitu gugatan atas grasi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Saya Tegaskan, bukan karena tekanan Presiden Prancis,” ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Tony T Spontana ketika dikonfirmasi, Minggu (26/4).

Tony mengatakan bahwa Sergei melakukan perlawanan terhadap Keppres dari Presiden Jokowi yang telah menolak grasinya. Upaya ini pernah dilakukan oleh duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, namun akhirnya kandas.

“Dia mengajukan perlawanan terhadap putusan yang menolak gugatan terhadap Keppres grasi. Dia mendaftarkan perlawanannya di menit-menit terakhir batas waktu pengajuan di hari Kamis 23 April 2015 pukul 16.00 WIB,” kata Tony.


Kejagung pun urung mengeksekusi Sergei untuk menghormati langkah hukum yang ditempuhnya. Namun apabila putusan PTUN kembali menolak, maka Sergei akan langsung dieksekusi.

“Dengan demikian untuk sementara Sergei tidak ikut eksekusi, menunggu proses hukum sah yang harus kita hormati. Jika kelak putusan ditolak seperti dalam kasus duo Bali Nine yang mengajukan perlawanan PTUN dan ditolak, maka Sergei akan dieksekusi,” kata Tony.

Meski telah mengkonfirmasi 9 terpidana mati lainnya tetap akan dieksekusi, Tony belum memastikan kapan waktu pelaksanaan eksekusi mati tersebut. Padahal pihak keluarga dan pengacara telah menyebut bahwa eksekusi mati dilakukan pada Selasa (28/4) malam.

Baca: Dua Hari Menjelang Eksekusi Mati, Duo Bali Nine Pasrah

(ril)