Gempa Nepal Hilangkan Tiga Pendaki Indonesia

Perkemahan pendaki di Gunung Everest luluh lantak akibat gempa 7,8 skala Richter. | Foto: AFP
Perkemahan pendaki di Gunung Everest luluh lantak akibat gempa 7,8 skala Richter. | Foto: AFP
Perkemahan pendaki di Gunung Everest luluh lantak akibat gempa 7,8 skala Richter. | Foto: AFP

POJOKSATU.id, JAKARTA –  Gempa 7,8 skala Richter di Nepal menghilangkan tiga pendaki Indonesia dari Taruna Hiking Club (THC). Mereka yakni Alma Parahita (1983), Kadek Andana (1988), dan Jeroen Hehuwat (1976).

Ketiganya dari Bandung dan mengikuti salah satu operator pendakian di Nepal, yakni Himalayan Experience/Mountain Experience. Mereka bermaksud mendaki hingga ke Yala Peak, Langtang.

Anggota senior THC Dwiko Rayanto mengatakan, komunikasi terakhir kali dengan ketiganya terjadi pada 22 April 2015. Kala itu, mereka mengabarkan jika sudah sampai di Lama Hotel Langtang, Nepal dan dalam keadaan baik.

Hingga Minggu malam (26/4/2015), keberadaan mereka belum diketahui. Tapi jika berdasarkan jadwal, posisi mereka seharusnya berada di ketinggian 3.700 meter Kyanjin Gompa, Langtang.


“Kejadiannya (gempa 25 April 2015) pukul 11.41. Menurut perkiraan jam segitu mereka bisa lagi trekking. Mudah-mudahan ada di luar hotel sehingga mereka bisa bertahan,” kata Dwiko kepada wartawan.

Harapan Dwiko beralasan karena menurutnya hotel di Nepal jelek dan mudah hancur jika diguncang gampa sedahsyat itu.

Dwiko menyatakan, hanya satu pendaki berpengalaman dengan medan gunung bersalju. “Kadek dan Alma baru ke daerah es baru sekarang,” ucap dia.

Dwiko berharap ketiganya ditemukan selamat. Dia sendiri sudah mengupayakan terus meminta bantuan berbagai pihak untuk mencari 3 pendaki itu.

(kan/ps)