Dihan Awalidan Contoh Indonesia Gagal Lindungi Anak dari Bahaya Rokok

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dihan Awalidan, seorang bocah berusia 7 tahun ini memiliki kebiasaan yang bisa dibilang aneh dan tak sehat. Pasalnya, dia biasa menghabiskan rokok sampai 3 bungkus setiap harinya.

Bocah laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini bisa menghabiskan sampai 16 batang rokok. Dulunya bisa sampai 3 bungkus atau sekitar 30 batang rokok setiap harinya.

Kedua orang tuanya, yang juga merupakan perokok berat, mengaku sudah melarang anaknya merokok. Namun Dihan yang tak kehabisan akal pun rupanya diam-diam menyelinap ke pematang sawah untuk melancarkan aksi merokoknya itu. Bahkan demi bisa merokok, dia nekat mengambil uang ibunya untuk membeli rokok di warung dekat rumahnya.

Kesehatan Dihan pun kini mulai terganggu. Bibirnya mulai menghitam akibat zat tar yang dihirup masuk ke paru-parunya. Ayah Dihan mengatakan, Dihan sudah terbiasa merokok sejak usianya 3 tahun. Tiga orang teman sepermainannya juga memiliki kebiasaan yang sama.


Dihan bukanlah satu-satunya bocah yang memiliki kebiasaan merokok. Di Indonesia, khususnya Jawa Barat, ada banyak anak lain yang juga mengalami masalah yang sama.

Indonesia adalah negara kelima dengan pemasaran tembakau terbesar di dunia, dan sepertiga dari warganya sudah merokok bahkan sebelum usianya mencapai 10 tahun.

Matt Myers, pegiat kampanye anti-rokok pada anak-anak menyatakan, “Pemerintah Indonesia sudah gagal melindungi anak-anak dari bahaya merokok.”

“Jika Anda berkunjung ke Indonesia, Anda pasti akan melihat pemandangan orang merokok ada di mana-mana. Hal ini sepertinya sudah menjadi budaya, bukan hanya kebiasaan lagi.”

“Pemerintah Indonesia sepertinya sudah gagal karena tak bisa menangani permasalahan seserius ini,” tandasnya.

(express/cr3/lya)