Uang Rp20 Ribu Ditebus Nyawa Gempar di Sumsel

Ilustrasi
berita terkini, berita terbaru, pembunuhan
Ilustrasi

POJOKSATU.id, KAYUAGUNG – Gara-gara uang Rp20 ribu, keributan berujung maut terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel. Korbannya bernama Dayat (32), warga Desa Serinanti, Kecamatan Pedamaran OKI,  yang harus meregang nyawa di tangan bujang pengangguran bernama Alpin (23), warga desa setempat.

Peristiwa yang sempat menggemparkan warga setempat tersebut terjadi  di pinggir Jalan Raya Desa Serinanti, Kecamatan Pedamaran, pada Selasa (7/4) sekitar pukul 09.00 WIB itu  dipicu masalah sepele, yakni soal uang Rp20 ribu yang diributkan Dayat dengan ayah pelaku bernama Herman (50).

Kejadian keributan berawal saat Dayat yang berprofesi sebagai calo angkutan menaikkan penumpang di pinggir Jalintim Desa Serinanti.

“Biasa kalau calo setelah menaikkan penumpang biasanya ada imbalan dari sopir. Nah, saat itu sopir memberikan uang Rp 20 ribu untuk dibagi dengan rekan saya, tapi sepertinya korban terlihat sinis, sehingga menantang saya untuk berkelahi,” ujar Herman yang juga ikut diamankan di Mapolres OKI.


Herman lantas pulang ke rumahnya dan selanjutnya ngomel mengeluarkan ucapan-ucapan yang membuat pelaku Alpin terbangun dari tidur.

“Setelah itu saya kembali ke pangkalan ojek, tapi rupanya anak saya Alpin membuntuti dari belakang. Sampai di TKP, korban Dayat rupanya kembali mendekati saya sembari ribut seakan mengajak berkelahi. Dan secara tiba-tiba anak saya muncul sambil mengejar korban dengan pisau, tapi korban lari masuk toko dan terjatuh, saat itulah anak saya Alpin menusuknya di bagian dada,” terangnya.

Tusukan itu rupanya membuat korban tidak bisa bangkit lagi, darah dengan derasnya mengalir, sehingga korban langsung tewas di lokasi kejadian.

“Setelah kejadian itu kami kabur dengan naik mobil, tapi diperjalanan kami berpikir untuk menyerahkan diri saja. Jadi setelah sampai di Kayuagung, kami langsung menuju Polres OKI dan polisi akhirnya menjemput,” tandasnya.

PengakuanAlpin, dirinya sengaja mengikuti bapaknya ke pangkalan ojek karena kesal dengan ulah korban yang selalu sinis terhadap bapaknya.

“Waktu bapak pulang dan ribut, saya mengerti kalau dia ribut dengan orang. Itulah akhirnya saya mengikuti dari belakang, tapi pisau sudah saya selipkan di pinggang. Sampai di lokasi, rupanya korban kembali mendekati bapak dengan nada emosi. Saat itulah saya ikut emosi dan mengejar pelaku dengan membawa pisau hingga akhirnya menusuk korban,” bebernya.

Kasat Reskrim Polres OKI, AKP N Ediyanto SIk didampingi Kapolsek Pedamaran, AKP Agung SH mengatakan, korban Dayat menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian karena menderita luka robek di bagian dada.

“Walaupun sempat dilarikan ke RSUD Kayuagung, namun nyawa korban tidak terselamatkan. Untuk pelaku akan kita jerat dengan Pasal 351 KUHP dimana pelaku melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia,” tegasnya.

(jem/jpnn/one)