Andi Hakim Diusulkan Jadi Nama Jalan, Ini Kata Rektor IPB

Prof Herry Suhardiyanto
Prof Herry Suhardiyanto
Prof Herry Suhardiyanto

POJOKSATU.id, BOGOR – Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto mengapresiasi gagasan tokoh Bogor dan sejumlah guru besar yang mengusulkan Prof Andi Hakim Nasoetion sebagai nama jalan di Kota Bogor.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas perhatian kepada Pak Andi. Semoga gagasan itu terwujud,” ujar Prof Herry kepada Pojoksatu.id, Selasa (31/3/2015).

Herry menambahkan, Andi Hakim yang merupakan Rektor IPB dua periode (1978-1987) itu layak diabadikan namanya menjadi nama jalan di Kota Bogor. “Di IPB sudah kita abadikan menjadi nama gedung,” tambahnya.

Prof Hery berharap nama Andi Hakim dijadikan nama jalan yang tak jauh dari lingkungan kampus IPB. Ketika ditanya soal usulan tokoh Bogor dan akademisi agar Andi Hakim dijadikan nama jalan di jalur R3 yang tembus ke Ciawi, Herry tak mempermasalahkannya.


“Itu juga bagus. Sebab, pak Andi juga pernah mengajar di Ciawi. Kita serahkan keputusannya kepada pemerintah kota. Intinya kita berharap agar nama beliau bisa menjadi nama jalan,” imbuhnya.

Di mata Prof Herry, Andi Hakim Nasoetion merupakan sosok yang konsisten dan visioner. Tokoh pendidikan nasional itu tak pernah lelah mendorong mahasiswa untuk berprestasi.

Dikatakan Herry, salah satu gagasan Andi Hakim Nasoetion yang paling visioner adalah sistem penerimaan mahasiswa baru melalui jalur prestasi di tingkat SMA. Saat ini, sistem tersebut telah diadopsi secara nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan nama Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

“Pola ini melihat calon mahasiswa dari rekam jejak dan prestasi mereka di SMA melalui nilai rapor. Dulu sistem ini namanya Ujian Seleksi Masuk Institut (USMI) di IPB,” imbuh Prof Herry.

USMI kemudian dikembangkan menjadi pola penerimaan Mahasiswa Perintis II bersama ITB, UI, dan UGM. Pola Perintis II kemudian berkembang menjadi Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) pada akhir dekade 1980-an. Selanjutnya, pola tersebut berkembang menjadi Jalur Mandiri dan SNMPTN yang berlaku hingga sekarang. (one)