Rencana Pemindahan Ibukota Terus Dikaji, Pemerintah Akan Bangun 10 Kota Baru

Andrinof A. Chaniago
Andrinof A. Chaniago
Andrinof A. Chaniago

POJOKSATU.id, PALANGKARAYA – Rencana pemindahan ibukota negara yang saat ini di Jakarta, masih terus dikaji. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof A. Chaniago mengatakan, pemerintah ingin mendahulukan membangun 10 kota baru. Itu dilakukan sebagai upaya penyebaran dan pemerataan pembangunan.

“Sekarang kita langkahnya lebih baik untuk menyiapkan pembangunan kota-kota baru. Ketika ada kota baru, bisa jadi dapat diincar jadi ibu kota baru,” kata Menteri Andrinof, saat berdiskusi dengan pers di Palangkaraya, Senin (30/03).

Untuk pemindahan ibu kota tersebut kata Andrinof pihaknya akan membuat peta jalan terlebih dahulu. Pertimbangan pemindahan sendiri jelas, bahwa kapasitas Jakarta dalam beberapa tahun ke depan diperkirakan tidak dapat lagi menampung konsentrasi dan berbagai apek kegiatan penduduknya.

Adrinof mengatakan, dalam lima tahun ke depan, berbagai aspek dari pembangunan sistem transportasi, kelestarian lingkungan, dan kualitas sanitasi, tidak akan seimbang dengan percepatan penambahan beban penduduk di Jakarta. Hal itu bisa berdampak pada banyaknya daerah di Jakarta yang tidak layak huni.


Saat ini kata Andrinof, pemerintah lebih memfokuskan untuk membangun 10 kota baru. Salah satu calon kota yang sudah melewati proses kajian untuk dibangun adalah Tanjung Selor. Daerah ini akan menjadi ibu kota Kalimantan Utara.

Sayangnya, ketika ditanya letak 9 kota baru lainnya, Andrinof masih enggan membocorkan. Ia khawatir akan terjadi spekulasi harga tanah di tingkat masyarakat.

Seperti diketahui, pembangunan kota baru merupakan salah satu rencana aksi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembangunan dengan sasaran antarkewilayahan, seperti yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019.

Namun yang paling penting, pemerintah ingin memeratakan pembangunan, dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa.(adi/ril)