Kehabisan Oksigen, Dua Penambang di Tasik Tewas

Ilustrasi Tambang Emas Rakyat
Ilustrasi Tambang Emas Rakyat
Ilustrasi Tambang Emas Rakyat

POJOKSATU.id, TASIKMALAYA – Dua penambang emas di di Kecamatan Cinema Tasikmalaya tewas. Kuat dugaan, keduanya tewas akibat kehabisa oksigen, saat berada dalam lubang galian tambang tradisional mereka.

Sementara Kapolsek Cineam, AKP Dadan Ramdani mengatakan, dua korban tersebut diduga meninggal akibat menghirup gas (zat asam) di dalam lubang. Insiden yang terjadi Minggu (29/03) tersebut kata Dadan, untuk kesekian kalinya terjadi di pertambangan tradisional. Dan kegiatan penambangan di area tersebut sudah dilakukan sejak lama.

Kepolisian kata Dadanm, terus sudah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan kegiatan penambangan yang berbahaya.

“Tapi karena kebutuhan ekonomi, masyarakat di sana jadi susah diingatkan,” kata Dadan kepada Republika, Senin (30/03).


Dari hasil identifikasi, Dadan menyebutkan dua korban tersebut bernama Muhamad Yunus (45) dan Arif (25), warga Desa Pasir Mukti, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Ia menjelaskan, pada kedalaman 20 meter di dalam lubang tambang, kedua korban sempat memberi kode kepada temannya yang ada di atas.

Deden menuturkan, menurut keterangan teman korban, Yunus dan Arif memberitahu bahwa mereka lemas karena udara di dalam pengap. Mungkin karena menghirup gas (zat asam). Saat temannya turun ke bawah, Yunus dan Arif sudah lemas, bahkan temannya yang menolong hampir ikut-ikutan lemas.

Dadan melanjutkan, Yunus dan Arif pada akhirnya tidak tertolong. Mereka meninggal setelah dibantu keluar dari dalam lobang tambang pada kedalaman 20 meter. Sementara, keluarga korban menerima musibah yang menimpanya. Menurut mereka, musibah seperti itu sudah bagian dari resiko para penambang tradisional. (owo/ril)