Ini Alasan TNI, Kenapa Poso Dijadikan Pusat Latihan PPRC

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko didampingi Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna mengikuti olahraga bersama 1.500 prajurit TNI (AD, AL dan AU)

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko didampingi Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna mengikuti olahraga bersama 1.500 prajurit TNI (AD, AL dan AU)

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko didampingi Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna mengikuti olahraga bersama 1.500 prajurit TNI (AD, AL dan AU)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kabupaten Poso Sulawesi Tengah, saat ini disebut-sebut sebagai daerah rawan tenpat berkembangnya paham radikalisme berbasis agama. Setelah konflik sara di penghujung era 90an silam, wilayah Poso mulai dijadikan tempat persembunyian para kelompok garis keras.

Karena itu, Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, hal itulah yang menjadi alasan kenapa Poso dipilih dijadikan tempat Latihan Perang Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC). Kegiatan ini kata dia, untuk menghindari masuknya kelompok-kelompok radikal. Termasuk gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).


Bisa jadi kata Moeldoko, latihan PPRC akan berlanjut untuk menumpas gerakan radikal di Poso, terutama Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso. Hingga saat ini kata Moeldoko, Poso dianggap menjadi salah tempat yang nyaman buat gerakan-gerakan radikal, termasuk kelompok radikal jaringan Santoso yang terus mengembangkan diri.

Alasan lain kata dia, Poso dikhawatirkan akan menjadi basis dan markas buat Warga Negara Indonesia (WNI) yang kedapatan bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah, begitu mereka kembali ke Indonesia.

“Nah ini yang tidak boleh,” ujar Moeldoko, Senin (30/3).

“Untuk itulah TNI sekarang latihan di sana. Latihan kami gelar disana secara besar-beraran. Tujuannya apa? Pesannya jelas, jangan coba-coba masuk Poso!(odo/ril)