Direncanakan, Ibukota Negara Akan Dipindah di Kalbar

Andrinof A. Chaniago
Andrinof A. Chaniago
Andrinof A. Chaniago

POJOKSATU.id, PALANGKARAYA – Daya tampung Jakarta sudah tidak memungkinkan dalam lima tahun kedepan. Karena itu, pemerintah terus melakukan pengkajian pemindahan ibukota negara. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof A. Chaniago mengatakan, pemindahan tersebut memang masih membutuhkan waktu. Namun ia memastikan bahwa ibukota tidak akan dipindahkan di pulau Jawa.

Melihat kapasitas Pulau Jawa, Andrinof mengatakan ibu kota tidak mungkin jika dipindahkan ke kota di Pulau Jawa, Jawa merupakan sumber produksi pertanian di Indonesia.

Dikhawatirkan, jika ibu kota dipindah ke kota di Pulau Jawa, akan terjadi alih fungsi lahan yang dapat mengurangi luas lahan pertanian

“Idealnya di Kalimantan. Tapi letaknya harus dikaji lagi. Ini juga karena lebih dekat dari Jawa. Kalau terlalu jauh dari Jawa akan susah menjaga kesinambungan,” kata dia.


Sebelumnya, berkembang wacana kalau ibu kota akan dipindahkan dari Jakarta ke Palangkaraya. Namun Andrinof mengatakan, Palangkaraya tidak layak, karena daya dukung lahan yang tidak memadai.

“Palangkaraya memang luas tapi lahan layak huni kecil. Di sini rawan banjir jika salah kelola,” kata dia.

Andrinof mengatakan, beberapa wilayah yang cocok menjadi sasaran pemindahan ibu kota di Kalimantan adalah Sampit dan Pangkalan Bun.(adi/ril)