6 Cewek Kos dan 2 Pria Digerebek Pesta Sabu

cewek PSK terjaring dalam razia gabungan
cewek PSK terjaring dalam razia gabungan
Punggung cewek yang terjaring dalam razia gabungan ini tampak merah-merah

POJOKSATU.id, BANTEN – Sebanyak 33 orang berhasil diamankan dalam operasi gabungan di sejumlah tempat hiburan dan rumah kos kosan, Sabtu (28/3) malam. Bahkan dari 33 yang diamankan, 6 cewek kosan dan 2 pria positif menggunakan narkoba jenis sabu.

Operasi gabungan yang dilakukan anggota Badan Narkotika Nasional Banten, Satuan Polisi Pamong Praja Banten, Polisi Militer serta Tentara Nasional Indonesia tersebut menyisir ke sejumlah tempat yang ada di Kota Serang.

Lokasi yang dirazia yakni, warung remang-remang di Kawasan Kepandean, Alun-Alun Kota Serang, Tempat hiburan di lantai tiga Ramayana, tempat hiburan di Pasar Rau, Terminal Pakupatan, Tempat Hiburan di Dekat Pintu Tol Serang Timur, tepatnya di Lingkungan Trondol.

Selain itu, petugas gabungan juga menyisir tempat-tempat kos kosan yang diduga, kerap dijadikan tempat pesta narkoba. Kos-kosan yang dirazia itu berada di daerah Ciceri, Penancangan dan Kemang, Kota Serang.


“Kini kos-kosan menjadi tempat yang meraka anggap aman untuk mengkonsumsi narkoba. Hasilnya sebanyak enam wanita dan dua pria positif menggunakan narkoba dari kos-kosan, dan kita bawa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak BNN Banten,“ kata Kepala Satpol PP Banten Muhammad Basri, Minggu (29/3)

Ia juga mengatakan, penyakit masyarakat sudah menyebar disejumlah titik-titik yang harus dicurigai, termasuk kos kosan yang tanpa adanya pengawasan dari pemiliknya.

“Kos kosan tempat yang dianggap nyaman, karna kami sering melakukan razia ketempat hiburan, namun di tempat hiburan itu sudah ditinggalkan oleh pemakai dan pengedar narkoba,” ujarnya.

Sementara Kepala  Bidang Penindakan BNN Provinsi Banten Achmad mengatakan, delapan orang yang terindikasi positif mengkonsumsi narkoba akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Kantor BNN Banten, dan kemudia diserahkan ke petugas Bidang Rehabilitasi BNN agar dapat memberikan penyembuhan.

“Akan kami periksa dulu, jika memang dibutuhkan rehabilitasi kami akan lakukan demi memberikan pelajaran kepada pemakai narkoba yang kini menjadi program Presiden karna kini Indonesia darurat narkoba,” katanya. ‎(bud/one)