Tolak Kenaikan BBM, Ratusan Buruh Demo di Pelabuhan

ilustrasi
ilustrasi-siswa-demo
ilutrasi

 

POJOKSATU. id, JAKARTA – Tak kurang dari 200 massa Federasi Buruh transportasi Pelabuhan Indonesia (FSBTPI) berorasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Akses masuk Pos 9 Pelabuhan tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (29/3/2015).

Aksi para buruh tersebut sempat menimbulkan kepadatan lalu lintas di pertigaan Jalan Sulawesi dengan Jalan Jampea dan memaksa para sopir truk kontainer harus memutar ke Jalan Yos Sudarso untuk masuk ke dalam area pelabuhan.

Ketua Umum‎ FSBTPI Ilhamsyah mengatakan, aksi yang mereka lakukan tersebut sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang baru menaikkan harga BBM bersubsidi mulai Sabtu (28/3/2015), pukul 00.00 WIB.


“‎Kami perwakilan dari buruh kecewa dengan pemerintahan saat ini yang melepas harga BBM bersubsidi dengan harga keekonomiannya sehingga membuat harga-harga kebutuhan pokok merangkak naik,” ujarnya dari salah satu mobil bak terbuka yang dijadikan podium orasi.

Ilhamsyah juga melihat kenaikan BBM bersubsidi, tarif listrik, dan kenaikan harga elpiji semakin menyengsarakan nasib keluarga buruh. Sebab, upah yang mereka terima tidak sebanding dengan pengeluaran untuk kebutuhan hidup.

‎Sementara itu, Panwas Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Dwi Hariwibowo mengatakan, para buruh diberikan waktu 30 menit untuk melakukan orasi di lokasi tersebut.

“Akses jalan untuk kendaraan masih bisa dilalui kendaraan dari arah Jalan Yos Sudarso menuju Jalan Jampea, karena kami atur sisi bahu jalan sebelah kanan dan kiri tetap steril,” ujar Dwi.

Menurut Dwi, sebanyak 120 personel keamanan dikerahkan‎ untuk mengamankan aksi orasi para buruh tersebut, terdiri dari 60 anggota kepolisian gabungan Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polres Metro Jakarta Utara, serta 60 anggota keamanan internal dari Pelindo II.(cr1)