BBM Naik, Menteri ESDM Dipanggil DPR RI

Sudirman Said
sudirmansaid
Menteri ESDM Sudirman Said

 

POJOKSATU. id, JAKARTA – Mengenai naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar, Ketua Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika bakal memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said besok, Senin (30/3/2015). Selain Menteri ESDM, Kardaya juga akan memanggil Dirjen Migas Kementerian ESDM.

Rencananya, Sudirman Said dan Dirjen Migas dipanggil ke gedung DPR pukul 14.00 WIB. Kardaya menilai, sebagai mitra dengan DPR harus berkonsultasi dahulu mengenai kebijakan. “Ini kan harus beretika, harus transparan,” ujar Kardaya, Minggu (29/3/2015).

Politisi Partai Gerindra ini mengaku geram denga sikap pemerintah yang tidak melibatkan DPR dalam menaikkan harg BBM. Ia mengatakan, meski tidak memerlukan izin DPR, pemerintah bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan hal yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.


Meski demikian, Kardaya belum bisa memastikan apakah pihaknya akan menggulirkan hak angket ke Menteri ESDM. “Belum tahu. Pokoknya besok kita rapat dulu. Kita lihat dulu, dulu kan dia (Menteri ESDM) janji bakal nurunin harga Solar,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar untuk daerah di luar Jawa, Madura dan Bali. Kenaikan harga masing masing Rp 500 untuk Premium dan Solar.

Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Widhyawan Prawiraatmaja mengatakan, keputusan pemerintah kembali menaikkan harga BBM bukan tanpa sebab.

Menurutnya, kenaikan harga yang dilakukan pada tanggal 28 Maret itu sudah disesuaikan dengan melihat perkembangan dan penyesuaian harga berdasarkan biaya dasar.

“Ada beberapa hal yang pemerintah lihat seperti melihat pajak, pajak daerah, biaya pengolahan dan distribusi,” kata Widhyawan dalam diskusi mingguan dihelat merdeka.com, Radio Republik Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Institut Komunikasi Nasional (IKN) yang bertajuk ‘naik turun harga BBM apa untungnya untuk rakyat?’ di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (29/3).

Selain itu, lanjut dia, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM sudah sesuai dengan RAPBNP tahun 2015. “Kita juga sudah menyesuaikan dengan nilai tukar,” katanya.(cr1)