Munas Peradi di Makassar Ricuh, Otto Dikejar Peserta

MUNAS II PERADI DI MAKASSAR
MUNAS II PERADI DI MAKASSAR
MUNAS II PERADI DI MAKASSAR

POJOKSATU. id, MAKASSAR, – Musyawarah Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ke II di Makassar berlangsung ricuh. Munas yang berlangsung di Hotel Clarion Makassar itu dibuka Menko Pohukam, Tedjo Edy.

Kericuhan dipicu oleh Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan yang tiba-tiba mengetok palu tanda penundaan. Tak lama kemudian beberapa peserta Munas langsung mengejar Otto. Aparat kepolisian sigap mengamankan Otto ke luar arena Munas.

“Saya menunda Munas setelah panitia lokal mengakui tidak sanggup lagi melanjutkan Munas, karena alasan keamanan dan tidak kondusifnya Munas. Saya tidak mau ada korban yang tidak diinginkan bila Munas dilanjutkan,” ujar Otto dalam keterangan pers di lantai 10 Hotel Clarion, Jumat (27/03).

Menurut Otto, ada 44 cabang yang mengirimkan surat meminta dirinya menunda Munas Peradi hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Namun dia mengaku hanya mau menunda dengan penentuan batas waktu Munas yang sudah ditentukan.


Kericuhan dalam Munas Peradi sendiri bermula dari perbedaan pendapat soal sistem pemilihan Ketua umum DPN Peradi. Sebagian peserta Munas menuntut sistem pemilihan ketua umum dengan mekanisme ‘One Man One Vote’, sementara peserta lainnya mendukung pemilihan dilakukan dengan sistem perwakilan dari masing-masing DPC.

Sesaat setelah pengumuman oleh Otto dari atas meja sidang, peserta mengejarnya. Otto dihujani cacian dari para peserta Munas yang emosi dengan sikap Otto. Ia memutuskan penundaan Munas hingga 6 bulan kedepan. (mna/mpr/ril)