Hak Angket DPR akan Layu Sebelum Berkembang

Majelis Mahkamah Partai Golkar Muladi (tengah) didampingi Anggota Andi Mattalatta (kiri) dan A.S Natabaya mulai menyidangkan gugatan Tim Penyelamat Partai Golkar, yang dipimpin Agung Laksono di DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (11/2/15). Foto RMOL
Majelis Mahkamah Partai Golkar Muladi (tengah) didampingi Anggota Andi Mattalatta (kiri) dan A.S Natabaya mulai menyidangkan gugatan Tim Penyelamat Partai Golkar, yang dipimpin Agung Laksono di DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (11/2/15). Foto RMOL
Majelis Mahkamah Partai Golkar Muladi (tengah) didampingi Anggota Andi Mattalatta (kiri) dan A.S Natabaya mulai menyidangkan gugatan Tim Penyelamat Partai Golkar, yang dipimpin Agung Laksono di DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (11/2/15). Foto RMOL

POJOKSATU.id, JAKARTA – Upaya Partai Golkar kubu Aburizal Bakri (Ical) yang menggalang hak angket di DPR terhadap Menkumham Yasonna Laoly, diprediski akan kandas, layu sebelum berkembang.

Sampai saat ini, anggota DPR yang menandatangani hak angket tersebut baru 161 orang.

Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai hak angket tidak akan sukses. Bahkan Ray beranggapan bahwa hak angket ini akan layu sebelum berkembang.

“Saya menilai hak angket ini akan layu sebelum berkembang. Pasalnya, di DPR tidak cukup signifikan. Bayangkan baru 161 yang menandatangani hak angket ini. Hak angket ini tidak akan sukses,” ujar Ray di Jakarta, Jumat (27/03).


Kata Rangkuti, konflik Golkar dan PPP juga turut menggagalkan pengajuan hak angket ini. Sebagian besar anggota DPR dari fraksi Golkar dan PPP tidak mungkin menyetujui hak angket ini. Apalagi jika terjadi reposisi pimpinan fraksi Golkar di DPR.

“Angket yang diajukan lebih bertujuan negatif dan lebih terkait internal partai Golkar. Terlalu pagi mereka mengajukan hak angket. Hak angket tidak cukup krusial,” tandasnya.(nus/fmb/ril)