Wajib Baca, 5 Fakta Penting Sejarah Hari Ini

Mantan Presiden Soeharto dan Bung Karno
Mantan Presiden Soeharto dan Bung Karno
Mantan Presiden Soeharto dan Bung Karno

POJOKSATU.id, JAKARTA – Peristiwa dalam kehidupuan dunia selalu terjadi pada tiga masa, yakni di masa lampau, masa kini dan masa akan datang. Dibalik serangkaian peristiwa tersebut, banyak hal penting yang bisa diambil maknanya. Catatan demi catatan dikumpulkan untuk mengingatkan para penghuni dunia atsa peristiwa masa lampau. Diharapkan, ini bukan hanya menjadi sebuah catatan, namun menjadi penting untuk mengetahui, atau memprediski masa akan datang.

Nah, seperti hari-hari kemarin, kali POJOKSATU.id kembali menyajikan lima peristiwa penting yang tercatata dalam sejarah, terjadi pada hari ini, 27 Maret. Berikut ulasan singkatnya dari berbagai sumber:

1. Kelahiran Fahrenheit

Ilmu pengetahuan telah mencatat peristiwa penting di tanggal 27 Maret tahun 1686. Pasalnya, Gabriel Daniel Fahrenheit, kimiawan terkenal Jerman terlahir ke dunia. Fahrenheit yang asli warga kota pelabuhan Danzig memulai penelitiannya sejak usia dini. Akhirnya, pada tahun 1714, Fahrenheit berhasil menciptakan Thermometer mercury yang berfungsi mengukur suhu udara.


Ilmuan ini juga menciptakan system pengukur suhu udara yang kemudian diberi nama Fahrenheit. Berdasarkan system ini, air membeku pada suhu 32 derajat dan mendidih pada suhu 212 derajat Fahrenheit. Fahrenheit meninggal dunia pada tahun 1736.

2. Kelahiran Penemu Sinar X

Tak kalah penting dengan catatn sejarah lain dalam bidang sains, 27 Maret tahun 1845 menjadi penting karena Wilhelm Conrad Rontgen, matematikawan dan ahli Fisika terkenal Jerman lahir ke dunia. Rontgen banyak melakukan kajian dan penelitian yang berhubungan dengan sinar.

Akhirnya pada tahun 1895, saat melakukan sebuah penelitian di laboratoriumnya, secara tak sengaja ia menemukan sebuah sinar yang dapat menembus berbagai benda yang tak ditembus oleh cahaya biasa. Karena misterius, sinar ini diberinama Sinar X. Pada tahun 1901, Rontgen menerima hadiah Nobel untuk Fisika. Wilhelm Conrad Rontgen meninggal pada tahun 1923 di Munich, Jerman.

3. Perang Antara Prancis dan Jerman berakhir

Tanggal 27 Maret tahun 1915 juga sangat penting bagi kedua negara besar di Eropa. Psalnya, perang antara Prancis dan Jerman yang terjadi pada saat berkecamuknya perang dunia pertama, berakhir tanpa hasil yang jelas. Perang ini merupakan salah satu perang yang paling banyak menelan korban jiwa. 48 ribu tentara Prancis dan 36 ribu serdadu Jerman tewas dalam perang tersebut. Pertempuran ini terjadi di kawasan Prancis Tengah bernama Champagne.

4. Galaksi Kincir Angin

Galaksi Kincir Angin (atau dikenal sebagai Messier 101, M101 atau NGC 5457) adalah galaksi spiral face-on dengan jarak 21 juta tahun cahaya (enam megaparsec) di rasi bintang Ursa Major. Galaksi ini pertama kali ditemukan oleh Pierre M├ęchain pada tanggal 27 Maret 1781, dan dikomunikasikan kepada Charles Messier. Setelah itu diverifikasi posisinya untuk dimasukkan dalam Katalog Messier sebagai salah satu entri akhir.

Pada tanggal 28 Desember 2006, NASA dan ESA merilis sebuah gambar yang sangat rinci dari Galaksi Kincir Angin, yang merupakan citra galaksi terbesar dan paling rinci oleh Hubble Space Telescope pada waktu itu.[7] Gambar itu terdiri dari 51 eksposur individual, ditambah beberapa foto tambahan yang berbasis di darat. Pada tanggal 24 Agustus 2011, sebuah Supernova Tipe Ia, SN 2011fe, ditemukan di M101.

5. Soeharto Ditetapkan Jadi Presiden RI

Bagi Indonesia ini sejarah penting. Meski tak bisa dipastikan bawa masyarakat Indonesia semuanya mengetahui fakta ini. Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS pada Maret 1967, Soeharto yang telah menerima kenaikan pangkat sebagai jenderal bintang empat pada 1 Juli 1966 ditunjuk sebagai pejabat presiden berdasarkan Tap MPRS No XXXIII/1967 pada 22 Februari 1967. Selaku pemegang Ketetapan MPRS No XXX/1967, Soeharto kemudian menerima penyerahan kekuasaan pemerintahan dari Presiden Soekarno. Melalui Sidang Istimewa MPRS, pada 7 Maret 1967, Soeharto ditunjuk sebagai pejabat presiden sampai terpilihnya presiden oleh MPR hasil pemilihan umum.

Jenderal Soeharto ditetapkan sebagai pejabat presiden pada 12 Maret 1967 setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno (NAWAKSARA) ditolak MPRS. Kemudian, Soeharto menjadi presiden sesuai hasil Sidang Umum MPRS (Tap MPRS No XLIV/MPRS/1968) pada 27 Maret 1968. Selain sebagai presiden, ia juga merangkap jabatan sebagai Menteri Pertahanan/Keamanan. (ril/dari berbagai sumber)