Kuasa Hukum Tersangka Sodomi di JIS Temukan Tuduhan Janggal

Jakarta International School (JIS). Foto: dok.JPNN
Jakarta International School (JIS). Foto: dok.JPNN
Jakarta International School (JIS). Foto: dok.JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kuasa hukum tersangka kasus sodomi di Jakarta International School (JIS), Mahareksha Dillon, tak percaya kalau tempat kejadian tersebut terjadi di toilet sekolah. Dia menilai, kasus tersebut sarat dengan rekayasa.

Menurutnya, toilet dekat kelas anak-anak yang menjadi salah satu tempat kejadian tersebut sangat ramai pada pagi hari dan jam istirahat.

“Dikatakan bahwa setelah disakiti di toilet, anak-anak tersebut kembali bermain atau masuk ke kelas tanpa terlihat kelainan pada si anak. Hal ini sangat tidak masuk akal,” kata Dilion. Ia juga menambahkan, mustahil seorang anak bisa bermain dan belajar dengan normal setelah dirinya disodomi.

Dillon sendiri mengaku sangat menentang kekerasan seksual kepada anak.  Dia setuju hal tersebut adalah perbuatan jahat yang harus dimusnahkan. “Namun jangan sampai kita jadi ikut menjadi jahat dan dzalim dengan menghakimi dan menghukum orang yang tidak bersalah. Seharusnya kita bisa membedakan yang mana fitnah dan yang mana menjadi kebenaran,” tandas Dillon.


Seperti diberitakan, tim kuasa hukum Neil Bantleman dan Ferdinant Tjong, dua guru JIS yang dijadikan tersangka, mengklaim tidak adanya fakta medis yang mendukung tindak kekerasan seksual seperti yang dilaporkan ibu korban. “Setelah lama berjalan, kini semakin terang bahwa kasus ini sangat dipaksakan karena tidak didukung bukti yang kuat,” katanya. (ham/ril)