Inilah Alasan Konyol RS Besar di Bogor Menolak Pasien Tanpa BPJS

IMG_1744
Idris Didalam Ambulan Menuju RSUD

 

POJOKSATU. id, BOGOR – Kisah pilu menghampiri Idris (60) yang tidak bisa merasakan jaminan kesehatan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akibat berulang kali ia ditolak rumah sakit. Idris telah dua tahun mengidap penyakit titanus di kaki kanannya dan tidak pernah berobat kerumah sakit akibat keterbatasan biaya. Saat hendak dibawa ke puskesmas atau rumah sakit, ia justru harus menerima penolakan padahal penyakitnya kian parah.

Keponakan Idris, Iyus mengatakan, selama sakit, pamannya sama sekali tidak pernah mencicipi pengobatan dari rumah sakit karena tidak memiliki uang. Namun, karena penyakitnya semakin parah, Idris akhirnya dibawa ke puskesmas pada Rabu (25/3/2015) lalu. Namun, dengan alasan peralatan yang dimiliki puskesmas tersebut tidak lengkap, Idris dirujuk ke RS PMI Bogor. Lagi-lagi Idris ditolak dengan alasan ruangan penuh dan kembali dirujuk untuk ke RS Islam Bogor. Dengan harapan peralatan lengkap dan ruangan tersedia, ia harus menerima kenyataan pahit kembali ditolak dengan alasan konyol, dokternya sedangtidak ada.

Keesokan harinya, Idris kembali dibawa ke RS Islam, namun apadaya pihak rumah sakit malah beralasan tidak memiliki obat untuk penyakitnya. Ia malah dirujuk ke RSUD, namun setelah samapi di RSUD Idris justru kembali ‘dilempar’ ke RS PMI yang sebelumnya beralasan ruangan penuh.


“Dia (Idris-red) belum terdaftar BPJS Kesehatan, tapi kita selalu menunjukkan Jamkesmas pada setiap rumah sakit yang dikunjungi, namun ya gitu aja katanya kamar kelas 3 penuh,” jelas Iyus, pada Pojoksatu.id, Jumat (27/3/2015).

Hal serupa diungkapkan Novi keponakan Idris yang lain mengatakan, Idris sempat dibawa ke RSUD pukul 13.00 WIB menggunakan ambulan yang disediakan Dinas Kesehatan. Namun, sampai di RSUD Idris hanya diperiksa kembali diminta pulang karena ruang isolasi yang penuh.

“Ya kata dokter penyakitnya sudah parah, tapi di RS gak ada ruangan yang kosong jadi tidak bisa di rawat, hanya di suruh nunggu selama 3 hari kalau sudah ada ruangan yg kosong nanti RS akan memberi kabar,” jelasnya.

Idris merupakan warga Kampung Tanah Baru, RT 03/04, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Ia mengidap penyakit titanus karena infeksi setelah tertancap kayu saat melakukan pembakaran kayu untuk arang sejak 2 tahun lalu, selama itu pula hanya dilakukan pengobatan di puskesmas karena tidak mempunyai uang untuk di rawat di Rumah sakit.

Saat dimintai keterangan, Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman mengatakan jika rumah sakit telah memiliki standar operasional prosedur (SOP). “Rumah Sakit mungkin sudah punya sop dan pasti bertanggungjawab, sampai 3 hari kedepan atau sebelumnya kalau ada perkembangan pasti diberi kepastian,” singkatnya.(cr1)