Dukung Polwan Berjilbab, MMI Bilang Bisa Redam Radikalisme

Polwan berjilbab
Polwan berjilbab
Polwan berjilbab

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dukungan atas kebijakan penggunaan jilbab oleh Polwan dalam bertugas mendapat respon positif dari masyarakat.  Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengapresiasi langkah Wakapolri Komjen Badrodin Haiti yang telah mengeluarkan izin penggunaan jilbab bagi Polisi Wanita (Polwan). Diperbolehkannya Polwan mengenakan jilbab dinilai akan mengurangi radikalisme.

“Saya yakin, dengan diperbolehkannya Polwan mengenakan jilbab bisa mengantisipasi radikalisme. Masyarakat tidak lagi anti-Islam, karena jilbab juga sudah dipakai oleh Polwan. Saya kira ini bisa meminimalisasi radikalisme,” kata Ketua MMI, Irfan S. Awwas, Kamis (26/03).

Sebagai pegiat organisasi Islam, Irfan sangat mengapresiasi kebijakan tersebut. Ia menyebutkan, apa yang dilakukan Polri adalah langkah yang sangat bagus. Langkah seperti ini, kata Irfan, diyakini akan mendapatkan apresiasi dan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat. Khususnya organisasi masyarakat Islam.

“Ini sudah menjadi poin yang bagus dan harus di-blow up oleh Pemerintah, bukan propaganda ya. Ternyata kesadaran ber-Islam sudah masuk ke Polwan. Ini luar biasa,” kata Irfan.


Dai berharap, dengan diperbolehkannya Polwan mengenakan jilbab, diharapkan tidak hanya menutup aurat saja, tapi juga dapat menaikkan martabat wanita muslim.

Seperti diketahui, Polri secara resmi telah mengeluarkan izin penggunaan jilbab bagi Polwan. Ketentuan itu tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor: 245/III/2015 tanggal 25 Maret 2015, tentang perubahan atas sebagian surat keputusan Kapolri SKEP/702/X/2005 tanggal 30 September 2006 tentang penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri. (wan/chi/ril)