Danrem 061 Isi Acara Dialog Interaktif di RRI Bogor

Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Fulad,
Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Fulad,
Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Fulad,
Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Fulad,

POJOKSATU.id, BOGOR – Danrem 061/Sk Kolonel Inf Fulad, menjadi nara sumber dalam “Dialog Interaktif” yang diselenggarakan Aspirasi Merah Putih bertempat di RRI bogor, Rabu (25/3) tengah malam.

Dalam dialog interaktif ini, dibahas tentang perkembangan ISIS di Indonesia dan pengaruhnya terhadap stabilitas keamanan Nasional.

Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Fulad,
Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Fulad,

Tema ini diangkat dalam diskusi interaktif tersebut mengingat saat ini sedang marak adanya indikasi perekrutan warga masyarakat oleh aliran radikal ISIS yang mulai merambah ke Negara Republik Indonesia.

Dalam dialog terkait rekrutmen ISIS, Danrem menjelaskan bahwa, beberapa faktor yang menjadi penyebab utama masyarakat tertarik menjadi anggota radikal ISIS dikarenakan akibat keterbelakangan, akibat kemiskinan dan adanya ketidakadilan, disamping hal tersebut juga kalangan cerdik pandai yang pemahaman agama kurang mendalam.


Masyarakat dari kalangan miskin sangat rentan dengan janji atau dipengaruhi oleh aliran-aliran radikal dengan janji-janji yang menggiurkan. demikian juga kalangan masyarakat yang terbelakang mudah untuk di indoktrinasi dengan faham radikal tersebut. selanjutnya kalangan yang cerdik pandai namun pemahaman agama yang belum kuat sangat mudah untuk dibelokan untuk mengikuti ajaran dan kelompok ISIS tersebut.

Selain faktor kebodohan dan kemiskinan, mereka menggunakan isue ketidak adilan sebagai upaya merekrut anggota ISIS. Mereka merasa belum mendapatkan keadilan, terbukti banyak mahasiswa yang sudah menyelesaikan kuliah tetapi belum mendapatkan lapangan pekerjaan sehingga timbul rasa putus asa dan putus harapan, kondisi inilah yang membuat mereka rela mau bergabung menjadi teroris atau kelompok radikal ISIS.

Selanjutnya Danrem 061 / SK menyampaikan bahwa salah satu upaya untuk menanggulangi bahaya teroris atau ISIS adalah dengan pendekatan kesejahteraaan, pendekaatan kemanusiaaan dan pembukaan lapangan kerja.

“Dengan cara tersebut akan meningkatkan kemakmuran, keadilan sekaligus akan berpengaruh terhadap kuatnya daya tangkal pada masyarakat dari pengaruh radikal ISIS,” ujar Danrem 061/Sk Kolonel Inf Fulad.

Pada bagian lain Danrem mengatakan, upaya menangkal pengaruh radikal ISIS yaitu dengan meningkatkan peran intelijen , karena melalui jaring intelijen dan pendekatan kepada mereka yang pernah bergabung dengan kelompok ISIS akan dapat mengetahui pola perekrutan, strategi yang digunakan dan kegiatan yang dilakukan termasuk dari mana dana mereka dapatkan untuk membiayai kegiatannya.

“Hal yang tidak kalah pentingnya dari pencegahan radikal ISIS adalah peran serta orang tua dalam mengawasi dan mendidik anak-anaknya, sehingga tidak terpengaruh faham ISIS,” tambahnya.

Pada bagian akhir, Danrem 061/Sk mengajak warga Bogor untuk ikut berperan serta dalam mewaspadai dan mencegah paham radikal ISIS yang mengancam di sekitar kita, adanya kelompok aliran radikal yang tidak sejalan dengan komitmen kehidupan berbangsa dan bernegara kita, karena pada dasarnya paham radikal ISIS sangat bertentangan Pancasila dengan ajaran Islam. (gs)