Bos Germanwings: Kopilot Bunuh 149 Penumpang

Asap masih tampak di lokasi jatuhnya pesawat Germanwings 4U 9525
Asap masih tampak di lokasi jatuhnya pesawat Germanwings 4U 9525

POJOKSATU.id – CEO Lufthansa Airlines Carsten Spohr menyatakan keterkejutannya dengan penemuan fakta terbaru tentang penyebab jatuhnya pesawat Germanwings yang berisi 150 orang di Pegunungan Alpen Selasa (24/3). Dia menyebut kopilot sebagai pembunuh 149 penumpang.

”Saya bukan pengacara. Namun, jika seseorang membunuh diri sendiri dan 149 orang lainnya, kata lain harus digunakan, bukan bunuh diri,” tegas Spohr, Kamis (26/3/2015)

Dia menegaskan bahwa kejadian itu tidak pernah diduga. Sebab, kopilot Lubitz telah lulus semua tes yang diperlukan untuk menerbangkan sebuah pesawat. Dia lulus tes medis serta ujian pendidikan pilot dan dinyatakan layak untuk terbang.

”Dia 100 persen layak untuk terbang tanpa larangan apa pun. Performa penerbangannya juga sempurna. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kami tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi,” ujarnya.


Setiap tahun Lufthansa mengadakan tes medis terhadap setiap pilot, namun tidak ada tes psikologi. Sebab, tidak ada syarat tes psikologi dari Kementerian Perhubungan Jerman. Bantuan psikologis diberikan jika diminta. Jika pilot mengalami masalah psikologis, keputusan ada di tangan manajemen.

Terkait sistem keamanan pintu kokpit, Spohr menyatakan bahwa tidak ada yang salah. Di dalam kokpit memang ada pengunci khusus sehingga tidak sembarang orang bisa masuk. Itu merupakan antisipasi untuk menghindari aksi terorisme. Jika ada yang ingin masuk, pilot bisa melihat dari dalam kokpit orang yang mau masuk dan bisa memutuskan akan membuka pintu atau tidak. Ada sebuah tombol yang bisa langsung ditekan untuk membuka pintu.

Dalam prosedur darurat, ketika pilot di kokpit tidak sadarkan diri, ada kode khusus yang bisa memicu agar pintu terbuka. Pada kasus jatunya Germanwings, si kopilot di dalam kokpit agaknya menempatkan tuas di posisi terkunci secara sengaja sehingga kode yang dimasukkan dari luar tidak berfungsi.

”Tidak peduli standar keamanan apa yang Anda miliki, kasus seperti ini menjadi pengecualian untuk sistem Anda,” ujarnya.

Spohr menyatakan bahwa maskapainya akan terus melayani penerbangan pasca kejadian itu. Para keluarga korban juga bakal segera menerima uang asuransi kecelakaan. Kondisi finansial Lufthansa stabil dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dia juga mengucapkan rasa belasungkawa yang mendalam untuk seluruh korban.

”Ini adalah kejadian tragis. Kami berdiri bersama keluarga, teman, dan korban. Ini adalah misteri dan kami sangat sedih,” tutur Spohr. (AFP/Reuters/CNN/c10/sha/one)