Bahaya Boko Haram Mengancam Pemilu Nigeria

Boko Haram Tukar Tahanan dengan Gadis yang Diculik
Boko Haram Tukar Tahanan dengan Gadis yang Diculik
Boko Haram Tukar Tahanan dengan Gadis yang Diculik

POJOKSATU.id, ABUJA – Jelang pemilihan umum (Pemilu) Nigeria, 28 Maret, dua calon presiden yang bersaing menyatakan kesepakatannya untuk menggelar pesta demokrasi itu berjalan damai. Hal itu disampaikan Presiden petahana Goodluck Jonathan dari Partai Demokrasi Rakyat dan rivalnya Muhammadu Buhari dari Kongres Progresif yang difasilitasi oleh mantan petinggi militer Nigeria, Jenderal Abdulsalami Abubakar, Kamis (26/03).

Kedua berjanji akan menghormati hasil pemilu dan meminta pendukungnya masing-masing menjauhi tindakan kekerasan. Di pemilu tahun 2011, sekitar 800 pendukung kedua kubu tewas.

Seperti dilaporkan BBC, Kamis (26/03) merupakan hari terakhir kampanye pemilu dan pemerintah Nigeria sudah menutup perbatasan darat dan lautnya untuk memastikan campur tangan asing.

Fasilitator Jenderal Abubakar meminta Jonathan dan Buhari untuk tidak saling memprovokasi dan menyerang. Sejauh ini persiapan pemilu berjalan lancar. Masalah serius ditemukan di pengiriman logistik pemilu ke kawasan terpencil di Gurun Sahara serta gangguan dari militan Boko Haram.


Data dari pemerhati hak asasi manusia di Nigeria menyatakan hingga April sudah 1.000-an orang tewas akibat aksi Boko Haram. Kawasan Maiduguri yang menjadi pusat aksi Boko Haram dipastikan kesulitan menggelar Pemilu.

Boko Haram yang beberapa waktu lalu menyatakan bergabung dengan ISIS ingin mendirikan kawasan otonomi sendiri dan menentang segala kebijakan pemerintah pusat.

Sementara itu, Panglima militer Nigeria, Kenneth Minimah, menyatakan akan menindak tegas siapapun yang mengganggu pemilu. (bun/ril)