Setiap Hari Siswa Bekasi Dimintai “Uang Kematian”

Ilustrasi pungutan liar
Ilustrasi pungutan liar
Ilustrasi pungutan liar
Ilustrasi pungutan liar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Orangtua salah satu siswa SMPN 1 Babelan, Kabupaten Bekasi mengadukan tentang iuran kematian, Kamis (26/3).

Kepada Gobekasi, orangtua siswa Nona (bukan nama sebenarnya), itu mengaku setiap anak diwajibkan sekolah membayar iuran kematian Rp 1000 per hari.

Menurutnya, iuran tersebut tidak wajar dan memberatkan orangtua siswa.

“Tiap hari anak saya dimintain uang Rp 1000. Bahasanya sih buat uang kematian. Tapi setiap hari siapa yang mati si?” ungkapnya.


Saat dikonfirmasi lewat pesan singkat (SMS), kepala sekolah SMPN 1 Babelan membantah adanya iuran tersebut. Katanya, yang ada hanyalah uang tajiah yang dilakukan atas dasar keihlasan tanpa ada paksaan.

“Kaga (tidak) benar pungutan tersebut bang. Yang benar uang tajiah kematian unttuk keluarga besar sekolah, yaitu musibah kematian orangtua siswa, guru, staf, siswa. Seponitas dan ke ikhlasan dari Tajiah tersebut,” katanya (cr20)