Naik Pukul, Turun Hentikan

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Peran Plt Ketua DPD PAN Kota Bekasi Faturahman dalam kasus penganiayaan wartawan, kini mulai tersingkap. Menyusul keterangan yang disampaikan korban, Randy Yasetiawan Priogo kepada penyidik Polresta Bekasi Kota, kemarin.

Kepada penyidik, Randy mengungkapkan kronologis terjadinya peristiwa pemukulan yang dialaminya di Jalan Serma Marzuki, Margajaya, Bekasi Selatan, 19 Februari lalu. Ada kode-kode khusus yang dilakukan Faturahman kepada pelaku dalam pertemuannya dengan korban bersama ketua DPC PAN Bekasi Utara Iriansyah.

’’Fatur memberi kode lewat jarinya. Kalau lima jarinya naik saya dipukuli. Kalau lima jarinya turun, pukulan ke arah saya berhenti,’’ terang Randy usai dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan tambahan, kemarin.

Randy menambahkan, saat kejadian pelaku pemukulan mengancam dirinya untuk tidak menceritakan kejadian yang dialaminya tersebut kepada orang-orang di sekitarnya. Bahkan, mereka mengancam bila aksi penganiayaan itu bocor ke media massa, pelaku bakal menculiknya.


’’Pelaku yang mukul saya bilang, jangan sampe rame. Kalau rame saya bakal diambil lagi sama dia. Mereka sempat ambil KTP dan mencatat alamat rumah saya,’’ paparnya.

Keterangan itu disampaikan Randy setelah dirinya mendapat telepon dari Polresta Bekasi Kota sekitar pukul 11.00. ’’Mas Randy bisa ke Polres hari ini (kemarin)? Penyidik mau menanyakan keterangan tambahan,’’ cerita Randy saat dihubungi penyidik via ponselnya.

Mendapat telepon dari pihak penyidik itu, Randy mengaku, dirinya langsung berkoordinasi dengan tim kuasa hukumnya dari LBH Putih. Sekitar pukul 14.30 akhirnya Randy didampingi salah satu anggota tim LBH Putih, F Rambe Manalu, memenuhi panggilan penyidik.

’’Betul, kemarin saya yang mendampingi Randy ke penyidik bernama Sugiarto untuk keterangan tambahan soal kronologis terjadinya pemukulan itu. Dan keterangannya lebih rinci, karena ternyata Faturahman memberi aba-aba dan kode kepada pelaku untuk memukul dan berhenti memukul,’’ terang Rambe sambil mempraktekan kode tersebut dengan membuka lebar-lebar lima jari lalu menutupnya yang pertanda untuk memukul dan berhenti memukul.

Rambe mengungkapkan, keterangan Randy kepada penyidik diharapkan memberi informasi tambahan untuk melengkapi berkas penyidik yang sempat dikembalikan oleh kejaksaan.

’’Mudah-mudahan penyidik betul-betul mendengarkan dan memperhatikan keterangan korban,’’ tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Bekasi mengembalikan berkas perkara penganiayaan wartawan kepada penyidik lantaran diduga banyak hal yang janggal. Termasuk salah satunya soal alur cerita terjadinya peristiwa pemukulan itu. (dat)