Diduga, APBD DKI 2014 Dilarikan ke Proyek Buku Anggota DPRD

Buku HIkayat Ibukota, salah satu judul buku yang diduga diterbitkan dengan menggunakan APBD DKI Jakarta 2014
Buku HIkayat Ibukota, salah satu judul buku yang diduga diterbitkan dengan menggunakan APBD DKI Jakarta 2014
Buku HIkayat Ibukota, salah satu judul buku yang diduga diterbitkan dengan menggunakan APBD DKI Jakarta 2014

POJOKSATU.id, JAKARTA – Indonesian Curruption Watch (ICW) menduga ada oknum Anggota DPRD yang memanfaatkan dana APBD 2014 DKI Jakarta. Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Febri Hendri mengatakan, oknum Anggota DPRD tersebut menjadi penulis buku-buku yang anggarannya diduga digelembungkan oleh DPRD.

“Di kasus buku, peran DPRD sekarang adalah sebagai penulis. Penulisnya tadinya bukan anggota DPRD, tapi sekarang anggota DPRD,” ujar Febri, di Jakarta, Kamis (26/03).

Dalam APBD versi DPRD kata Febri, anggaran pengadaan buku-buku tersebut sebesar Rp 3 miliar. Selain itu, ada juga pengadaan buku Trilogi Ahok yang anggarannya mencapai Rp 30 miliar dengan penulis yang sama. Sayangnya Febri enggan menyebut nama anggota DPRD tersebut.

“Pertanyaannya, mengapa mata anggarannya bisa ada penulisnya anggota DPRD itu? Menurut kami, sementara KPK perlu mengusut dan melihat keterkaitan anggota DPRD dengan ini,” kata Febri.


SEmentara dalam proyek pengadaan buku sendiri, Febri menduga pejabat pembuat komitmen tidak membuat lelang tender sebagaimana semestinya. Mereka hanya menggunakan PT Ford Tax Solusi yang memberikan dukungan kepada peserta pemenang lelang.

“Sebagian besar pemenang lelang tidak punya kemampuan untuk mengadakan UPS, printer, dan buku. Jadi cuma peserta lelang boneka,” ujar dia.

Namun, Febri mengaku belum dapat membuktikan apakah perusahaan tersebut fiktif atau tidak karena belum menemukan aktanya. Ia mengatakan, pihaknya mengetahui bahwa pemilik perusahaan tersebut merupakan warga kelahiran Nusa Tenggara Barat.

Beberapa judul buku yang ditulis oknum Aggota DPRD tersebut adalah; Hikayat Ibu Kota, Perempuan, Dari Rezim ke Rezim, Jakarta Dulu Rawa Kini Menara, Menapak Kota Harapan, dan Delman Menuju MRT. Diketahui, buku berjudul “Hikayat Ibukota” yang diterbitkan tahun 2014 ditulis oleh Rina Aditya Sartika. Ia adalah Anggota DPRD dari Partai Gerindra. (ita/ril)