Begal Bogor Tewas Ditembak di Depan Ibunya

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, BOGOR– Seorang ibu di Bogor, Jawa Barat harus menyaksikan putranya ditembak polisi, Rabu (25/3) sore. Ya, Eko Cahyono warga Kampung Moyan RT01/04, Desa Bt Jaya, Kecamatan Ranca Bungur, Bogor, Jawa Barat tewas ditembak Unit Reskrim Polsek Bogor Tengah, karena coba melarikan diri saat dilakukan pengerebekan. Polisi akhirnya menghadiahinya timah panas ke bagian punggung pria yang merupakan tersangka curanmor tersebut sampai akhirnya tewas.

Peristiwa tersebut terjadi saat Ikin (23) yang merupakan tersangka curanmor bersama empat anggota reskrim menuju rumah Eko. Di mana Eko tengah berada di dapur sedang menyantap bubur ayam yang baru dibelinya. Keempat petugas polisi berpakaian preman langsung masuk setelah mendobrak pintu rumah bagian depan. Empat anggota Polsek Bogor Tengah tersebut yakni Aiptu Seno, Aiptu Epri, Bripka Aang serta Brigadir Teguh.

Mengetahui dirinya dicari, Eko langsung berlari keluar rumah melalui pintu belakang tak jauh dari tempatnya makan. Baru beberapa langkah, Eko terjatuh. Kakinya masuk lubang. Tembakan yang dilepaskan polisi langsung mengenai punggung dan tembus hingga dada.

“Eko jatuh dan langsung ditembak bagian punggung tanpa ada tembakan peringatan dahulu. Eko pun tewas ditempat,” tutur paman korban, E Sukarna (46), warga Kampung Moyan RT 01/04, Desa Bt. Jaya, Kecamatan Ranca Bungur, dengan berderai air mata di ruang jenazah RS Atang Sanjaya, seperti dilansir Radar Bogor.


Mengetahui Eko tertembak, dua anggota Reskrim mengangkatnya ke dalam mobil Avanza berwarna hitam. Mendengar suara tembakan, seketika warga berdatangan. Melihat mobil polisi yang terburu-buru membawa Eko, puluhan warga langsung mengepung dan meminta surat perintah penangkapan serta kartu anggota polisi.

Petugas yang panik, dengan tergesa-gesa masuk mobil. Sementara salah seorang anggota Polisi bernama Seno memperlihatkan kartu anggota. Warga pun menahan Aiptu Seno sebagai jaminan. Saat ditanya kenapa langsung ditembak mati, keempat petugas Reskrim tersebut berdalih bahwa tidak sengaja menembak mati Eko.

“Ya, keluarga dan warga bertanya kenapa ditembak mati. Polisi hanya bilang ’saya bukan sniper’ tidak sengaja,” ujar Sukarna sambil menirukan gaya bicara polisi tersebut.

Hingga pukul 21:00 WIB, kerabat korban terus berdatangan memadati ruang tunggu di kamar jenazah. Keluarga korban berharap jenazah diautopsi. Namun, hingga pukul 21:30 WIB, petugas dari Polsek Bogor Barat maupun Polres Bogor Kota belum datang. Akibat penembakan tersebut, keluarga korban akan menempuh jalur hukum. Karena dinilai tidak sesuai prosedur.

“Seharusnya tidak seperti ini dong. Kalau memang itu anak salah silakan dihukum sesuai proses. Ini baru pengembangan sudah main tembak mati aja. Tembakan peringatan, tembakan pelumpuhan, baru eksekusi mati. Saya akan bawa ke ranah hukum,” ujar pria berjaket kulit hitam tersebut sambil mengangkat kedua tangannya.

Alm Eko meninggalkan seorang anak bernama Ayu Nur Aulia yang baru menginjak usia tiga tahun. Namun, hal berbeda diungkapkan pihak kepolisian. Sebelum menembak, Eko yang diduga pelaku curnamor itu sempat berdialog dengan Ny Ratna, ibunda Eko. Saat berkomunikasi, salah satu anggota melihat Eko kabur lewat pintu belakang rumahnya.

“Sontak, anggota lansung mengejar dan menembak. Personel sempat memberikan tembakan peringatan sebanyak satu kali, namun tidak dihiraukan tersangka yang terus berlari,” ujar Kapolsek Kemang Pramono S.

Sesaat setelah pengejaran dan penembakan, Eko yang terbaring tak berdaya langsung dilarikan pihak kepolisian ke  RSAU Atang Sandjaya Kemang dan tiba di UGD sekitar pukul 17:00. Namun nahas, tersangka tidak bisa diselamatkan oleh pihak RSAU Atang Sandjaya Kemang dan langsung meninggal dunia. Pramono menyatakan situasi di sana kini sudah semakin kondusif. Pasalnya, ketika pengejaran terhadap tersangka banyak masyarakat yang menyaksikan dan sempat menimbulkan kepanikan. Sementara, perkembangan kasus tersangka Eko akan diperdalam lebih jauh.

“Kondisi di rumah tersangka semakin kondusif. Sementara itu, kami terus berkomunikasi dengan pihak Polres Bogor Tengah. Karena tersangka sudah lama menjadi target operasi kepolisian, dan antisipasi dengan jaringan tersangka curanmor lainnya,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Bogor Kota, AKBP Irsan mengatakan bahwa Eko kehabisan darah saat dilarikan menuju RS Atang Sanjaya. Eko merupakan pelaku curanmor yang beraksi di wilayah Ranca Bungur.

“Petugas semula hendak berupaya melumpuhkan dengan menembak kaki pelaku. Namun, pelaku terjatuh saat lari dan mengenai pantatnya,” ujar Kapolres Bogor Kota, AKPB Irsan, saat dihubungi Radar Bogor, Rabu (25/3).

Sementara itu air mata kedua orangtua Eko, Rahmat Abas (55) dan Ratna Ningsih (45) terus mengalir. Ucapan belasungkawa dari kerabat dan tetangganya terus berdatangan memenuhi RS Atang Sandjaya. Keduanya tak kuasa menyaksikan putranya, tewas terbujur kaku. Luka tembak di bagian punggung tembus ke dada menambah kepedihan mereka. Keduanya tak menyangka, anak pertamanya yang beberapa menit sebelumnya masih bercanda, tewas di depan mata mereka.

“Anak itu baru saja pulang kerja. Sedang makan bubur beberapa menit sebelum ditembak,” kenang ayah korban, Rahmat Abas (55) sambil memijit dahinya. (radar bogor/all/cr2/lya)