Wakil Walikota Bogor Coreng Nama Demokrat

Usmar Hariman, tol borr
Usmar Hariman
Usmar Hariman
Usmar Hariman

POJOKSATU.id, BOGOR– Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman dinilai mencoreng partai Demokrat sebagai pengusungnya. Hal ini dikarenakan Usmar telah menyalahgunakan atau merubah alih fungsi rumah dinas (rumdin) wakil walikota di Perumahan Vila Indah Padjajaran, Jalan Dharmawangsa, Nomor 9, Bogor Utara, Bogor, Jawa Barat menjadi tempat usaha.

Sejak muncul kepermukaan, hujatan kepada Usmar Hariman dari berbagai pihak terus mengalir. Mayoritas menyesalkan langkah Usmar mengubah rumdin menjadi lahan mencari uang. Usmar dianggap telah melanggar sumpah jabatan.

“Seorang pejabat yang tidak mengerti dan tidak memahami fungsi dan peran rumah dinas. Mengacu pada etika saja, itu sudah salah,” cetus anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan, Atty Somaddikarya.

Atty mengingatkan, rumdin dibeli menggunakan uang rakyat. Insiden itu bisa saja melukai hati rakyat. Seharusnya, sekretaris daerah memerintahkan Satpol PP untuk menyegel ketika sudah mendapatkan laporan. “Itu juga mencoreng nama partai pengusungnya, Partai Demokrat,” kata dia.


Sementara itu, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Zaenul Mutaqin menyebut, aksi mengubah rumdin menjadi tempat usaha baru kali pertama di Indonesia. Ia mempertanyakan ketegasan pemkot menegakkan aturan, jika wakil walikota saja memberi contoh yang tak pantas.

Senada, Direktur Eksekutif LBH UIKA, Dwi Arswendo, melihat aksi tersebut sangat memalukan. Sesuai Permendagri Nomor 17 Tahun 2007, rumah dinas tidak dibenarkan menjadi tempat usaha.

“Bukan hanya melanggar aturan, tetap etika juga dilanggar. Ini yang dinamakan abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan,” kata dia. Dwi menunggu keberanian Satpol PP dan penegak hukum lainnya untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Sementara itu Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman saat diminta penjelasan mengenai hal ini terkesan menghindar bahkan sulit ditemui. Bahkan untuk bisa mengetahui keberadaan Usmar, hanya bisa didapat dari sang ajudan.

“Maaf, besok saja. Sekarang mah nggak bisa ditemui,” ujar salah satu ajudan Usmar.(radar bogor/ded/lya)