Menteri Yohana Ragukan Yusman Masih 16 Tahun saat Divonis Mati

Koordinator Kontras Sumut, Herdensi Adnin memperlihatkan foto dan bukti akte baptis kelahiran Yusman Telaumbanua, terpidana mati kasus pembunuhan, saat jumpa pers di Medan, Sumatera Utara, Jumat (20/03) Foto: Antara
Koordinator Kontras Sumut, Herdensi Adnin memperlihatkan foto dan bukti akte baptis kelahiran Yusman Telaumbanua, terpidana mati kasus pembunuhan, saat jumpa pers di Medan, Sumatera Utara, Jumat (20/03) Foto: Antara
Koordinator Kontras Sumut, Herdensi Adnin memperlihatkan foto dan bukti akte baptis kelahiran Yusman Telaumbanua, terpidana mati kasus pembunuhan, saat jumpa pers di Medan, Sumatera Utara, Jumat (20/03) Foto: Antara

POJOKSATU.id, CILACAP – Meski sudah bertemu langsung dengan terpidana mati Yusman Telaumbanua di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu, Nusakambangan, Cilacap, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise masih ragu kalau Yusman saat divonis masih berstatus di bawah umur.

Bersama rombongan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), dan Dharma Wanita Kabupaten Cilacap, Yohana bertemu Yusman Nusakambangan, Cilacap, Rabu (25/03).

”Kami datang kesini untuk bertemu langsung dengan Yusman dan memastikan, apakah saat dijatuhkan vonis mati dia masih dalam usia anak-anak atau sudah dewasa,” kata Yohana, saat ditemui wartawan usai mengunjungi Yusman di dermaga penyeberangan Wijaya Pura.

Terkait tindak lanjut dari hasil kunjungannya tersebut, dia mengaku belum bisa mengambil keputusan. Yohana mengaku masih akan menelusuri lebih jauh lagi. Dia mengakui, dalam pertemuan tersebut, Yusman memang menyatakan saat melakukan tindak pidana pembunuhan usianya masih 16 tahun.


”Tapi ini kan baru pengakuan. Kita harus telusuri lagi dengan mengecek seluruh dokumen kependudukan yang ada di pemerintahan desa, sekolah dan teman sebaya tempat tinggal Yusman. Selain itu, juga bisa melalui gereja yang mengeluarkan surat baptis Yusman,” jelasnya.

Tai jika benar bahwa saat melakukan tindak pidana tersebut Yusman masih belum cukup umur, dia menyatakan sistem peradilan yang memutuskan vonis mati perlu ditinjau lagi.

Sementara itu, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, memamstikan bahwa saat melakukan tindak pidana pembunuhan dan disidang di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Sumatra Utara, 21 Mei 2013 silam, Yusman memang masih berusia 16 tahun.

”Bahkan saat vonis akan dijatuhkan, hakim yang menyidangkan perkaranya juga sempat menanyakan usia Yusman yang dijawab masih berusia 16 tahun,” jelasnya. (eko/ril)