Kabupaten Bekasi jadi Perhatian Kapolda

RESMIKAN POLSEK : Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono meresmikan Polsek Cikarang Pusat, Selasa (24/3). Ariesant/RADAR BEKASI
RESMIKAN POLSEK : Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono meresmikan Polsek Cikarang Pusat, Selasa (24/3). Ariesant/RADAR BEKASI
RESMIKAN POLSEK : Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono meresmikan Polsek Cikarang Pusat, Selasa (24/3). Ariesant/RADAR BEKASI

POJOKSATU – Kapolda Metro Jaya , Irjen Pol Unggung Cahyono menyoroti beberapa tindakan kriminal yang menonjol di Kabupaten Bekasi. Terutama, kasus pembegalan yang menggunakan senjata api rakitan seperti yang terjadi di Cikarang Utara, beberapa waktu lalu.

Sejak menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Unggung diketahui sudah tujuh kali mengunjungi Kabupaten Bekasi. Ia pun menginstruksikan pada seluruh anggota polisi di wilayah hukum Porlesta Bekasi agar meningkatkan kinerja.

Kedatangan Unggung untuk kesekian kalinya pada Selasa (24/3), untuk meresmikan gedung Polsek Cikarang Pusat. Bertempat di komplek Pemkab Bekasi, Desa Sukamahi, gedung tersebut pun berdiri megah dan dianggap strategis.

“Saya harap Polsek (Cikarang Pusat) ini dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih bagus lagi,” katanya.


Dikatakan Unggung, di Kabupaten Bekasi terdapat delapan titik rawan kejahatan. Selain itu, wilayah ini juga dikenal sebagai kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara, sehingga dalam menyambut Hari Buruh, Kabupaten Bekasi menjadi perhatiannya.

“Menjelang May Day (Hari Buruh), aksi teman-teman serikat pekerja, menjadi perhatian kita. Termasuk curas, curat dan curanmor. Terakhir kali saya datang ke Polsek Cikarang Utara dengan barang bukti senjata api rakitan dan senjata api pabrikan. Pelaku berhasil kita lumpuhkan,” ungkapnya.

Sekadar informasi, saat ini sudah ada 109 Polsek yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya, salah satunya Polsek Cikarang Pusat. Mapolsek tersebut dibangun dua lantai yang berada di atas lahan seluas 10.800 meter persegi.

Tanah seluas 1.400 meter persegi di antaranya diperuntukan untuk bangunan gedung dengan total biaya pembangunan mencapai Rp7,99 miliar berasal dari APBN 2014. Saat ini, kekuatan Polsek Cikarang Pusat mencapai 40 personel.

“Nanti secara bertahap jumlah personel akan kita tambah dari Polda serta Polwan,” tuturnya. (mas)