Inilah Kecelakaan Paling Mengerikan, 37 Orang Tewas

Kecelakaan paling mengerikan
Kecelakaan paling mengerikan

POJOKSATU.id, LIMA – Kecelakaan paling mengerikan maut di sisi utara Kota Huarmey, Provinsi Huarmey, Peru, Senin waktu setempat (23/3) membuat Presiden Ollanta Humara memberlakukan situasi darurat. Sedikitnya 37 orang tewas dan enam lainnya luka berat dalam kecelakaan tersebut.

Kecelakaan yang melibatkan empat kendaraan tersebut terjadi Senin pagi. Saat itu, bus Murga Serrano yang sarat penumpang menabrak bus dari arah berlawanan. Diduga, sopir bus hilang kendali sehingga masuk ke jalur yang berlawanan arah. Setelah menabrak bus pertama, bus Murga Serrano tetap melaju dengan kecepatan tinggi sehingga menabrak bus yang lain.

kecelakaanBus Murga Serrano baru berhenti setelah menabrak truk. Total ada tiga bus dan satu truk yang terlibat dalam kecelakaan paling buruk dalam sejarah Peru tersebut. “Selain menewaskan 37 orang, kecelakaan fatal itu mengakibatkan sedikitnya 70 penumpang terluka,” kata Menteri Kesehatan Anibal Velasquez yang langsung bertolak ke Huarmey begitu mendengar kabar tersebut.

Enam korban yang menderita luka parah diterbangkan dengan helikopter ke Kota Lima yang berjarak 300 kilometer dari lokasi kejadian. Para korban luka yang lain dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan perawatan. “Rumah sakit pemerintah daerah kewalahan merawat para korban luka dan membutuhkan bantuan dari klinik-klinik kesehatan di sekitarnya,” kata Velasquez.


Kepala Polisi Lalu Lintas Huarmey, Orfiles Bravo, mengatakan, badan bus Murga Serrano terbelah dua akibat kecelakaan maut itu. “Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Pan Amerika,” ujarnya kepada stasiun radio RPP. Media televisi dan online Peru menayangkan foto bus yang hancur tersebut dan gambar lokasi setelah tabrakan. Mayat-mayat bersimbah darah tergeletak di sepanjang jalan dan trotoar.

Melalui akun Twitter-nya, Perdana Menteri (PM) Ana Jara menginstruksikan kepada para kepala daerah untuk mengirimkan sebanyak-banyaknya ambulans ke lokasi kejadian. Pemerintah pusat juga mengirimkan lima dokter spesialis ke Huarmey untuk mendirikan klinik medis darurat di dekat lokasi kejadian. Sebab, lokasi kecelakaan cukup jauh dari kota.

Bukan hanya warga Peru, beberapa turis asal Haiti dan Senegal juga menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Sebanyak 42 penumpang dalam bus Murga Serrano itu adalah rombongan jemaat Gereja Injili World Missionary Movement. Belum jelas, apakah mereka juga menjadi korban tewas dalam kecelakaan tersebut. “Kami masih menunggu kabar,” kata Pendeta Roberto Perez kemarin (24/3). (AP/AFP/hep/c6/ami/jpnn)