Ini 4 Tuntutan Diajukan BEM UI pada Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)
jokowi
Ilustrasi. Jokowi dan JK. JPNN

POJOKSATU.id, DEPOK – Badan Eksekutif Mahasiswa dan ILUNI Universitas Indonesia lintas almamater, mengelar Rapat Akbar Gerakan Anti Korupsi (GAK) Nasional dan menggelar aksi, beberapa waktu lalu.

Ketua BEM UI, Andi Aulia Rahman mengantakan, aksi ini dihadiri sekitar seribu peserta. Dihadiri dan didukung tokoh nasional penggiat antikorupsi seperti Taufiq Ismail, Buya Syafii Ma’arif, Imam Prasodjo, Tim 9, serta perwakilan dari GAK Lintas Almamater (ITB, IPB, ITS, Trisakti, Pancasila, ISTN, Jayabaya.

“Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM UI dan BEM Fakultas di UI bergerak dan berkumpul sejak pagi di halte Fakultas Psikologi UI, untuk bergerak menuju Salem­ba,” tandas Andi kepada Radar (Grup pojoksatu.id).

Depok. Lanjut Andi, menciptakan pemerintah yang bersih dari KKN Korupsi kolusi dan Nepotisme adalah unsur penting dalam perwujudan demokrasi yang substantif.


“Korupsi yang menggurita jelas telah merugikan bangsa Indonesia. Lembaga penegak hukum yakni kepolisian RI justru menjadi sarang korupsi itu sendiri,” tegasnya.

Tuntutan BEM UI tak hanya terkait masalah korupsi saja, tetapi juga mendesak pemerintah untuk bertindak cepat dalam menurunkan harga kebutuhan pokok. Andi menilai pemenuhan kebutuhan primer telah dicampuri oleh mafia.

“Kami gelar aksi di Salemba dan kami menyampaikan empat tuntutan kepada Presiden Joko Widodo,” jelasnya.

Empat tuntutan tersebut yakni penguatan KPK sebagai lembaga pembawa gerbong rezim antikorupsi, reformasi Polri dan lembaga peradilan demi terwuju­ dnya institusi yang bebas KKN, bersihkan demokrasi dari oligar­ki, serta turunkan harga dengan memberantas mafia. (cr2/zul)