Anggota Ormas Depok, Sekap dan Setubuhi Janda Sukabumi

pemerkosaan mahasiswi palopo
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, DEPOK – Kasus penyekapan, dan persetubuhan janda anak satu oleh salah satu anggota organisasi masyarakat (Ormas) di Kota Depok kembali terjadi. Kali ini menimpa DO, 24, asal Sukabumi yang disekap selama sebulan oleh Nanang Suryana alias keong, 30. Kasus tersebut terbongkar setelah korban berhasil menghubungi salah satu keluarga dan melaporkannya ke Polresta Depok.

Korban, DO mengaku, kasus penyekapan dan persetubuhan yang dilakukan Nanang Suryana terjadi sejak 19 Februari 2015, silam. Saat itu pelaku menghubunginya lewat telpon untuk berbisnis batu akik. Dan setelah itu pengancaman dan pemerkosaan pun mulai dilakukan pelaku.

“Sebelum saya disekap, saya diancam ingin dibunuh oleh Nanang. Dibawa ke hotel kelas melati, selanjutnya dibawa ke rumah kontrakannya di Kecamatan Cipayung,” katanya kepada INDOPOS (Grup Pojoksatu.id), saat ditemui di Polresta Depok, kemarin (24/03).

Selama disekap dirumah kontrakan Nanang, lanjut DO, kekerasan dan ancaman pembunuhan kerap diterimanya. Bahkan, beberapa kali dirinya diseret ke rel kereta api oleh Nanang dan dilihat warga sekitar. Namun, karena pelaku merupakan anggota ormas warga sekitar pun tak berani melerai tindakan itu.


“Jangankan warga, keluarganya saja pada takut. Dia itu psikopat dan pernah menusuk dirinya kalau saya minta pulang. Saya disekap sebulan di rumahnya dan itu semua diketahui warga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, sambung DO, setiap kali ingin memuaskan nafsu seksnya pelaku bersikap kasar. Dirumah kontrakan pelaku di Jalan Wahab, RT03/03, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung pelaku kerap mengeluarkan senjata tajam yakni samurai. Pelaku akan membunuhnya jika tidak memuaskan hasrat seks tersebut.

“Sebulan saya disetubuhi dan terus diancam. Sudah sempat saya nyembah untuk dilepasin tetap tidak mau. Saya saja bingung mau minta tolong siapa. Keluarganya pun taku sama Nanang,” jelas janda anak satu tersebut sambil menangis.

Tak sampai disitu, kata DO, dirinya dapat lolos dari tangan Nanag terjadi saat pelaku membeli makan di sebuah warung. Dirinya pun meminjam telpon kakak perempuan pelaku untuk menghubungi keluarganya. Dan selanjutnya pada Senin (23/03), sekitar pukul 21.00 polisi dari Polresta Depok menggerbek rumah pelaku.

“Memang saya dikasih makan, tetapi perlakuannya kasar dan seperti psikopat. Sering ditempelin pisau dan ingin dibunuh kalau terus minta pulang. Sepertinya Nanang dendam sama adik saya sehingga pelanpiasannya ke saya,” ungkapnya.

Menurut DO, pelaku berani bertindak nekat lantaran tak terima cintanya diputuskan oleh sang adik. Hal itu dikarenakan pelaku kerap berprilaku kasar. Apalagi, korban kerap berjanji akan mengajak berbinis batu akik dengan modal besar tanpa ada realisasi.

“Nanang balas dendamnya ke saya. Mana saya tahu kalau dia diputuskan adik saya karena persoalan lain. Saya minta polisi bertindak karena saya takut jika dilepas nanti nyawa saya terancam,” ujarnya.(cok/indopos/lya)