Waspada, Angin Puting Beliung Intai Bandung

Ilustrasi angin puting beliung
Ilustrasi angin puting beliung
Anf=gin puting beliung
Anf=gin puting beliung

POJOKSATU.id, SOREANG – Warga Kabupaten Bandung diminta untuk mewaspadai angin puting beliung pada April-Mei mendatang. Pada bulan tersebut, diperkirakan akan terjadi perubahan  cuaca dari musim penghujan ke musim kemarau yang berpotensi menimbulkan bencana puting beliung.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Marlan mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi hingga akhir Maret ini.

Setelah intensitas tinggi, pada April mendatang akan memasuki musim kemarau basah yang akan berlangsung hingga Mei. “Puncak hujan bulan ini. Nanti April dan Mei msuk musim kemarau basah,” tutur Marlan, Senin (23/3).

Pada musim kemarau basah, hujan dimungkinkan masih akan terjadi, namun intensitasnya rendah. Kondisi tersebut, bisa berpotensi menimbulkan angin puting beliung.


Menurut Marlan, pada saat musim kemarau basah, hujan masih akan terjadi namun dimungkinkan tidak merata di semua daerah, dengan kondisi tersebut, suhu dan tekanan udara tidak akan sama antara daerah satu dengan daerah lainnya dan berpotensi terjadinya puting beliung terutama di dataran rendah.

Di Kabupaten Bandung sendiri, terdapat beberapa wilayah yang berpotensi terjadi puting beliung, seperti  di Baleendah, Ciparay, Pameungpeuk, Katapang dan Soreang.

“Saat melihat gejala angin puting beliung segera menyelamatkan diri. Kita juga sudah sosialisasi kepada warga untuk mewaspadai sejumlah bencana,” ujarnya.

Lebih lanjut Marlan mengatakan, selain bencana yang perlu diwaspadai adalah bencana kekeringan, menurutunya, setelah Mei, cuaca akan beralih menjadi musim kemarau, sehingga kekeringan menjadi ancaman selnjutnya.

Beberapa wilayah yang biasa mengalami kekeringan, lanjut Marlan, di antaranya Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, ciparay, Soreang, sebagian wilayah Ciwidey dan Pasirjambu. Warga juga harus waspada terhadap bencana angin puting beliung saat musim kemarau basah.

Untuk mengantisipasi kekeringan, BPBD telah menyiapkan armada pengangkut air bersih. Marlan juga telah berkoordinasi dengan PDAM untuk membantu pasokan air bersih.

“Sumur pantek dan artesis juga sudah dibuat di wilayah yang sering kekeringan. Dari sekarang sudah disiapkan alatnya. Jadi saat masyarakat butuh tinggal dibawa,” ujarnya.

Selain masalah kekeringan, tutur Marlan, kebakaran juga sering meningkat di musim kemarau basah. Warga harus berhati-hati terutama saat meninggalkan rumah.

“Dari pengalaman tahun-tahun kemarin banyak terjadi juga kasus kebakaran. Jangan sampai lengah jika meninggalkan rumah. Peralatan listrik harus diperhatikan,” katanya. (radarbandung/mld)