Rekruitmen ISIS Mirip Seleksi Masuk Universitas

Pengamat terorisme dari Internasional Crisis Group (ICG) Sidney Jones
Pengamat terorisme dari Internasional Crisis Group (ICG) Sidney Jones
Pengamat terorisme dari Internasional Crisis Group (ICG) Sidney Jones

POJOKSATU.id, YOGYAKARTA – Tidak mudah untuk bergabung dengan kelompok Islamic State Iraq and Syuriah (ISIS). Ada syarat yang harus dipenuhi, seperti kalau seseorang masuk ke dalam perguruan tinggi di luar negeri.

Pengamat terorisme dari Internasional Crisis Group (ICG) Sidney Jones mengatakan mayoritas relawan asal Indonesia yang bergabung dengan Islamic State Iraq and Syuriah (ISIS) memiliki keterkaitan dengan sejumlah organisasi radikal di dalam negeri.

Akan tetapi, menurut Sidney untuk berhasil bergabung dengan ISIS tidak mudah. “Harus ada rekomendasi dari anggota ISIS di Syiria,” kata dia saat berkunjung ke UGM, pada Selasa, (24/03).

Sidney menurutrkan, fakta ini membuktikan para relawan asal Indonesia, yang sudah pergi ke Syiria, memiliki jaringan komunikasi dengan anggota ISIS di Timur Tengah. Tak sembarang orang yang berminat bergabung dengan ISIS, bisa menjadi relawan organisasi teror ini. “Mirip kalau mau masuk universitas, harus ada rekomendasi dari orang yang sudah ada di sana (Syiria),” kata Sidney.


Sepengatahuan Sidney, para relawan asal Indonesia, yang sudah bergabung dengan ISIS, merupakan jaringan beragam organisasi radikal di Indonesia. Mereka memilih bergabung atas nama perseorangan. Namun menurut pantauan Sidney, organisasi seperti Majelis Mujahidin Indonesia Timur bentukan jaringan Santoso di Poso, telah menyatakan menjadi pengikut ISIS.

Cara perekrutan relawan ISIS kata peneliti terorisme di Asia Tenggara ini, semata-mata mengandalkan jaringan perseorangan ketika menggaet relawan lewat media sosial. Sementara kalau lewat jaringan organisasi, Sidney mengatakan modus perekrutan relawan lebih beragam. Ada yang lewat pengajian, perjalanan wisata atau umroh gratis dan lainnya.

Cara lain yang jga sudah dilakukan ISIS adalah dengan memikat mahasiswa Indonesia di kampus-kampus di negara Timur Tengah. Sidney mencontohkan perekrutan relawan ISIS terhadap kalangan mahasiswa di Islamabad, Pakistan dan Mesir.(bun/ril)