Kecewa, Jokowi-JK Jadi Bahan Teatrikal Warga Bogor

Warga Gunungsindur-Parung melakukan aksi demo, Senin (23/3). Foto: Usman Azis/Radar Bogor (Grup Pojoksatu.id)
Warga Gunungsindur-Parung melakukan aksi demo, Senin (23/3). Foto: Usman Azis/Radar Bogor (Grup Pojoksatu.id)
Warga Gunungsindur-Parung melakukan aksi demo, Senin (23/3). Foto: Usman Azis/Radar Bogor (Grup Pojoksatu.id)

POJOKSATU.id, BOGOR – Aksi protes yang dilakukan warga Gunungsindur-Parung dengan melakukan teatrikal mengadili Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) cukup menyedot perhatian. Pasalnya aksi tersebut dilakukan warga, sebagai bentuk rasa kecewa akibat kerusakan jalan yang kian parah di Jalan Raya Parung-Gunungsindur dan hingga kini belum juga ada perbaikan.

Dalam aksinya itu, dua pemuda menirukan gaya Jokowi-JK yang sedang melintas. Saat kedua pemimpin negara itu melintas, datanglah segerombolan pemuda dan langsung memarahinya.

“Kami rasa sudah tidak bisa bergantung pada kebijakan gubernur untuk perbaiki jalan ini,” tegas koordinator aksi, Khoerul Fajri seperti dilansir Radar Bogor.

Makanya, kata dia, mereka mengangkat tokoh sang presiden dan wakil presiden dalam aksinya tersebut. “Kami harap kedua pimpinan bangsa ini memperhatikan keluhan warga,” harapnya.


Menurut Khoirul, jargon revolusi mental yang digembor-gemborkan Jokowi harus dilakukan. Sebab, mereka menduga adanya penyelewengan anggaran dalam perbaikan dan pemeliharaan jalan.

“Penegak hukum harus mengusut dugaan penyelewengan anggaran perbaikan jalan,” tuturnya. Kalau tidak, kata dia, integritas pemimpin negara akan dipertanyakan masyarakat.

Pria yang akrab disapa Aeng ini juga mengeluhkan tidak adanya lampu penerangan jalan umum (PJU) di beberapa ruas jalan. “Tidak perlu data lagi, semua akan tahu ketika melalui beberapa ruas jalan rusak dan PJU-nya mati,” paparnya.

Seperti di Jalan Raya Parung-Gunungsindur, Ciseeng-Gunungsindur, Ciseeng-Jampang, dan Ciseeng-Rancabungur. Di ruas jalan ini sangat mudah untuk menemukan PJU yang sudah tidak berpungsi.

Dalam aksi tanpa kawalan polisi itu, Aeng berjanji akan kembali berunjuk rasa dengan massa yang lebih besar lagi. “Kami akan turun kembali. Karena aksi ini bukan yang terakhir,” teriaknya.(azi/lya)