Jokowi-JK Dianggap Masih Penciteraan

Jokowi bersama JK
Jokowi bersama JK
Jokowi bersama JK

POJOKSATU.id, JAKARTA – Belum kelihatannya upaya kongkrit terhadap penanganan masalah yang belakang terjadi di masyarat, membuat pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) disebut masih mengutamakan pencitraan.

“Keadaan ekonomi saat ini langsung memukul rakyat kecil. (Pemerintah) belum menunjukkan kerja nyata. Pencitraan,” kata Tokoh Peristiwa 15 Januari 1974, Hariman Siregar usai menghadiri Kongres ke-8 Partai Rakyat Demokratik (PRD), di Jakarta, Selasa (24/03).

Menurut Hariman, Jokowi-JK harusnya tetap mematuhi keinginan partai pendukung. Namun yang terjadi kata Hariman, Jokowi-JK justru “main mata” dengan parpol lain di luar koalisi pendukung pemerintah.

“Jokowi ini tadinya menerima mereka adalah petugas partai. Sampai mereka mau dilantik, mereka bilang ‘Iya, petugas partai’. Setelah dilantik terjadilah ‘main mata’, hingga sekarang jadi kacau. Sampai sekarang justru kita lihat dalam beberapa isu, justru dia berhadapan dengan PDIP. Makanya semua kacau balau,” imbuhnya.


Hal yang sama juga dikatakan Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat (KPP) PRD, Agus Jabo Priyono. Menurut Agus,Jokowi-JK saat kampanye terlalu memberikan harapan yang tinggi ke masyarakat. “Masyarakat berharap Jokowi-JK sebagai simbol perubahan, sistem koreksi total terhadap sistem pemerintahan lalu yang sangat mengabdi pada kepentingan modal asing. Dengan program Tri Sakti, Nawa Cita, dan Revolusi Mental, rakyat berharap ada koreksi total,” katanya.

Akan tetapi, saat ini masyarakat justru merasakan keadaan yang sulit. “Tiba-tiba BBM naik, beras naik, tiba-tiba bayar listrik naik. Level masyarakat sekarang ini sudah masuk ke kecewa dengan Jokowi-JK. Kalau Jokowi-JK track-nya masih di luar Tri Sakti dan Nawa Cita, kesadaran masyarakat meningkat jadi tidak percaya. Jika Jokowi-JK tidak kembalikan ekspektasi masyarakat pada relnya, ya tunggu waktu saja. Situasi akan berubah jadi kemarahan,” kata Hariman.(nad/ril)